Korban dan pelaku bullying akan jalani konseling
Minggu, 05 Agustus 2012 - 14:04 WIB
Korban dan pelaku bullying akan jalani konseling
A
A
A
Sindonews.com - Dengan bantuan dari psikolog, Sekolah Menengah Atas (SMA) Seruni Don Bosco, Pondok Indah akan melakukan konseling secara intensif terhadap pelaku dan korban bullying yang terjadi di dalam proses Masa Orientasi Siswa (MOS) SMA Don Bosco beberapa waktu lalu.
"Proses konseling memakan waktu sekitar satu sampai dua bulan, dan itu akan kami lakukan secara intensif," kata Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, Minggu (5/8/2012).
Untuk melakukan pembinaan dan konseling tersebut, pria yang biasa dipanggil Kak Seto ini akan bekerjasama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (Himsi). Selain anak-anak, para orang tua baik dari pihak korban maupun pelaku juga akan menjalani konseling. Karena kebanyakan dari mereka diketahui terlalu sibuk bekerja sehingga tidak dapat memberikan perhatian yang penuh kepada anak-anaknya.
"Rata-rata orang tua dari pelaku memiliki kesibukan di pekerjaan. Sehingga anaknya kurang perhatian. Inilah yang menjadi pelajaran bagi orang tua untuk terus melakukan komunikasi kepada anak-anaknya," jelas Seto.
Di lain pihak, Manajer Pendidikan SMA Seruni Don Bosco, Ibnoe Markatab menyatakan masih menunggu rekomendasi dari psikolog terkait sanksi yang akan diberikan kepada tujuh pelaku bullying. Lalu, untuk mengantisipasi terjadinya kejadian serupa, pihaknya akan melakukan sosialisasi terhadap siswa-siswa lain beserta orang tua masing-masing.
"Kami berharap agar kejadian bullying ini bisa menjadi hikmah agar tidak terjadi kasus serupa di sekolah lain," tukas Ibnoe.
"Proses konseling memakan waktu sekitar satu sampai dua bulan, dan itu akan kami lakukan secara intensif," kata Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, Minggu (5/8/2012).
Untuk melakukan pembinaan dan konseling tersebut, pria yang biasa dipanggil Kak Seto ini akan bekerjasama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (Himsi). Selain anak-anak, para orang tua baik dari pihak korban maupun pelaku juga akan menjalani konseling. Karena kebanyakan dari mereka diketahui terlalu sibuk bekerja sehingga tidak dapat memberikan perhatian yang penuh kepada anak-anaknya.
"Rata-rata orang tua dari pelaku memiliki kesibukan di pekerjaan. Sehingga anaknya kurang perhatian. Inilah yang menjadi pelajaran bagi orang tua untuk terus melakukan komunikasi kepada anak-anaknya," jelas Seto.
Di lain pihak, Manajer Pendidikan SMA Seruni Don Bosco, Ibnoe Markatab menyatakan masih menunggu rekomendasi dari psikolog terkait sanksi yang akan diberikan kepada tujuh pelaku bullying. Lalu, untuk mengantisipasi terjadinya kejadian serupa, pihaknya akan melakukan sosialisasi terhadap siswa-siswa lain beserta orang tua masing-masing.
"Kami berharap agar kejadian bullying ini bisa menjadi hikmah agar tidak terjadi kasus serupa di sekolah lain," tukas Ibnoe.
(azh)