Akses jalan di Ambon masih lumpuh
Sabtu, 04 Agustus 2012 - 12:25 WIB
Akses jalan di Ambon masih lumpuh
A
A
A
Sindonews.com - Pasca bencana banjir dan longsor di Ambon, Rabu 1 Agustus 2012 lalu, menyebabkan sejumlah ruas jalan rusak berat dan tertutup longsoran, dan sampah material bangunan yang terseret banjir. Akibatnya akses transportasi ke sejumlah desa terputus.
Akses jalan yang tertutup material longsor dan rusak parah tersebut, di antaranya akses jalan menuju Kecamatan Leitimur Selatan (Letisel) tepatnya dari arah Desa Hukurila menuju Desa Hutumuri, hingga kini masih lumpuh Total.
Longsoran terjadi di Desa Hatalai sampai Desa Hutumuri hingga menutupi seluruh badan jalan sehingga, aktivitas angkutan roda empat dan roda dua terhenti.
Warga Letisel Yusuf Purwaila mengatakan, saat ini kondisi jalan menuju Letisel memprihatinkan. Karena aktivitas dari Letisel ke Kota Ambon tidak bisa berjalan normal. Bahkan anak-anak sekolah mengalami kesulitan untuk berangkat ke sekolah.
"Masyarakat menggunakan ojek maupun jalan kaki menuju kota," katanya.
Masyarakat hanya melakukan pembersihan akses menggunakan alat seadanya. Tidak ada bantuan, atau perhatian dari Pemerintah Kota (Pemot), dan Pemerintah Daerah (Pemda).
"Pembersihan jalan itu harus menggunakan alat berat, karena masyarakat melakukan pembersihan dengan menggunakan alat seadanya, (sedangkan) tanah yang ambruk sangat banyak," katanya.
Dia meminta, perhatian Pemkot Ambon terhadap hal ini, karena aktivitas masyarakat lumpuh akibatnya tidak ada aktivitas kendaraan. "Pemkot harus melihat hal ini secara serius, agar aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik," pintanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Kota Ambon Brury Nanulaitta mengatakan, pihaknya akan melakukan pembersihan terhadap jalan Letisel Kota Ambon. Namun saat ini pihak Dinas PU Kota Ambon sementara melakukan pembersihan jalan tanjakan 2000 tepatnya di samping BTN Kanawa Kebun Cengkeh.
"Alat berat sementara melakukan pembersihan jalan tanjakan 2000 setelah itu kita alihkan ke Letisel untuk melakukan perbaikan jalan di sana," katanya.
Dia menjelaskan, ada delapan titik longsor yang ada di Letisel di antaranya dari Desa Hatalai menuju Desa Hutumuri namun, informasi dari lapangan Desa Leaharai dan Desa Hukurila yang terparah. "Leahari dan Hutumuri yang mengalami longsor terparah di Kota Ambon," katanya.
Dia memastikan, hari ini Dinas PU Kota Ambon akan melakukan pembersihan agar, aktivitas masyarakat dapat berjalan secara normal. "Skala prioritas kami jalur di Letisel dapat terhubung sehingga, aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik," imbuhnya.
Akses jalan yang tertutup material longsor dan rusak parah tersebut, di antaranya akses jalan menuju Kecamatan Leitimur Selatan (Letisel) tepatnya dari arah Desa Hukurila menuju Desa Hutumuri, hingga kini masih lumpuh Total.
Longsoran terjadi di Desa Hatalai sampai Desa Hutumuri hingga menutupi seluruh badan jalan sehingga, aktivitas angkutan roda empat dan roda dua terhenti.
Warga Letisel Yusuf Purwaila mengatakan, saat ini kondisi jalan menuju Letisel memprihatinkan. Karena aktivitas dari Letisel ke Kota Ambon tidak bisa berjalan normal. Bahkan anak-anak sekolah mengalami kesulitan untuk berangkat ke sekolah.
"Masyarakat menggunakan ojek maupun jalan kaki menuju kota," katanya.
Masyarakat hanya melakukan pembersihan akses menggunakan alat seadanya. Tidak ada bantuan, atau perhatian dari Pemerintah Kota (Pemot), dan Pemerintah Daerah (Pemda).
"Pembersihan jalan itu harus menggunakan alat berat, karena masyarakat melakukan pembersihan dengan menggunakan alat seadanya, (sedangkan) tanah yang ambruk sangat banyak," katanya.
Dia meminta, perhatian Pemkot Ambon terhadap hal ini, karena aktivitas masyarakat lumpuh akibatnya tidak ada aktivitas kendaraan. "Pemkot harus melihat hal ini secara serius, agar aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik," pintanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Kota Ambon Brury Nanulaitta mengatakan, pihaknya akan melakukan pembersihan terhadap jalan Letisel Kota Ambon. Namun saat ini pihak Dinas PU Kota Ambon sementara melakukan pembersihan jalan tanjakan 2000 tepatnya di samping BTN Kanawa Kebun Cengkeh.
"Alat berat sementara melakukan pembersihan jalan tanjakan 2000 setelah itu kita alihkan ke Letisel untuk melakukan perbaikan jalan di sana," katanya.
Dia menjelaskan, ada delapan titik longsor yang ada di Letisel di antaranya dari Desa Hatalai menuju Desa Hutumuri namun, informasi dari lapangan Desa Leaharai dan Desa Hukurila yang terparah. "Leahari dan Hutumuri yang mengalami longsor terparah di Kota Ambon," katanya.
Dia memastikan, hari ini Dinas PU Kota Ambon akan melakukan pembersihan agar, aktivitas masyarakat dapat berjalan secara normal. "Skala prioritas kami jalur di Letisel dapat terhubung sehingga, aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik," imbuhnya.
(mhd)