Timses Jokowi sesalkan ceramah Bang Oma
Kamis, 02 Agustus 2012 - 15:51 WIB
Timses Jokowi sesalkan ceramah Bang Oma
A
A
A
Sindonews.com - Ceramah menyinggung SARA oleh penyanyi dangdut Rhoma Irama
terkait Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI beberapa waktu lalu sangat disayangkan oleh Deni Iskandar, Ketua Tim Advokasi pasangan Jokowi-Ahok.
Menurut Deni, temuan itu telah membuktikan siapa yang menghembuskan isu SARA selama ini.
Rencana pemanggilan Rhoma Irama oleh Panwaslu sudah membuka mata masyarakat akan pelaku penyebar isu SARA. Masyarakat juga menjadi paham jika SARA sangat tidak terpuji dilakukan demi merebut hati masyarakat.
"Dengan dipanggilnya Rhoma Irama oleh Panwas, jadi meluruskan pemahaman publik. Dan publik pun menjadi tahu siapa yang sebenarnya sebar isu SARA," ujar Deni ketika dihubungi, Kamis (2/8/2012).
Deni mengaku prihatin dengan sikap yang ditampilkan Rhoma yang juga sebagai pendakwah itu. Menurutnya, dalam situasi seperti sekarang seharusnya dia bisa membedakan dan memilah bahan yang tepat untuk disampaikan kepada masyarakat.
"Sangat disayangkan ucapan itu keluar dari mulutnya, terlebih dia kan juga seorang mubaligh. Sudahlah pragmatisme politik jangan dikedepankan lebih baik bicara kemaslahatan umat," harapnya.
Dia juga mengatakan, penggunaan ayat-ayat suci untuk menyerang salah satu pasangan sangatlah tidak etis. Terlebih hal tersebut dilakukan pada bulan puasa dan dalam situasi keagamaan.
"Kalau pemimpin itu harus salat saya setuju, tapi ini kan bukan memilih kaisar atau raja, jadi janganlah gunakan dalil-dalil agama," pintanya.
Menurutnya apa yang diutarakan oleh Rhoma Irama dalam ceramahnya dianggap telah mencederai nilai Pancasila, UUD dan 4 pilar bangsa. "Sayang sekali, ini dirusak oleh seorang pendakwah dan juga seniman yang dalam lagu-lagunya banyak mengusung pluralitas," katanya.
Deni pun hanya bisa mendoakan agar Rhoma sadar dan tidak terus terjebak ke dalam pragmatisme politik.
"Ini sudah terlanjur terjadi, dulu beliau sempat beberapa kali berpindah-pindah partai. Kami doakan supaya beliau sadar, tidak terus terjebak pada pragmatismenya," tukasnya.
terkait Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI beberapa waktu lalu sangat disayangkan oleh Deni Iskandar, Ketua Tim Advokasi pasangan Jokowi-Ahok.
Menurut Deni, temuan itu telah membuktikan siapa yang menghembuskan isu SARA selama ini.
Rencana pemanggilan Rhoma Irama oleh Panwaslu sudah membuka mata masyarakat akan pelaku penyebar isu SARA. Masyarakat juga menjadi paham jika SARA sangat tidak terpuji dilakukan demi merebut hati masyarakat.
"Dengan dipanggilnya Rhoma Irama oleh Panwas, jadi meluruskan pemahaman publik. Dan publik pun menjadi tahu siapa yang sebenarnya sebar isu SARA," ujar Deni ketika dihubungi, Kamis (2/8/2012).
Deni mengaku prihatin dengan sikap yang ditampilkan Rhoma yang juga sebagai pendakwah itu. Menurutnya, dalam situasi seperti sekarang seharusnya dia bisa membedakan dan memilah bahan yang tepat untuk disampaikan kepada masyarakat.
"Sangat disayangkan ucapan itu keluar dari mulutnya, terlebih dia kan juga seorang mubaligh. Sudahlah pragmatisme politik jangan dikedepankan lebih baik bicara kemaslahatan umat," harapnya.
Dia juga mengatakan, penggunaan ayat-ayat suci untuk menyerang salah satu pasangan sangatlah tidak etis. Terlebih hal tersebut dilakukan pada bulan puasa dan dalam situasi keagamaan.
"Kalau pemimpin itu harus salat saya setuju, tapi ini kan bukan memilih kaisar atau raja, jadi janganlah gunakan dalil-dalil agama," pintanya.
Menurutnya apa yang diutarakan oleh Rhoma Irama dalam ceramahnya dianggap telah mencederai nilai Pancasila, UUD dan 4 pilar bangsa. "Sayang sekali, ini dirusak oleh seorang pendakwah dan juga seniman yang dalam lagu-lagunya banyak mengusung pluralitas," katanya.
Deni pun hanya bisa mendoakan agar Rhoma sadar dan tidak terus terjebak ke dalam pragmatisme politik.
"Ini sudah terlanjur terjadi, dulu beliau sempat beberapa kali berpindah-pindah partai. Kami doakan supaya beliau sadar, tidak terus terjebak pada pragmatismenya," tukasnya.
(lns)