Bakar sampah, nenek renta malah terpanggang
Senin, 30 Juli 2012 - 19:05 WIB
Bakar sampah, nenek renta malah terpanggang
A
A
A
Sindonews.com - Berniat membakar sampah, Ngasiyem (80) warga Pedukuhan VI, Desa Krembangan, Kulonpogo, Yogyakarta malah terpanggang. Jasad nenek itu ditemukan anaknya sudah hangus.
Sekira pukul 15.30 WIB, Samilah berusaha mencari ibunya yang tidak berada di dalam rumah. Saat itu, terlihat kobaran api di belakang rumah yang langsung dihampiri Samilah.
Alangkah terkejutnya, di dalam kobaran api itu terdapat tubuh ibunya sudah mulai gosong. Sontak Samilah berteik meminta pertolongan warga. "Pas ketemu ibu sudah meninggal," katanya.
Petugas Polsek Panjatan bersama dengan Polres Kulonprogo yang mendapat laporan langsung melakukan olah TKP. Korban ditemukan dalam kondisi 90 persen terbakar.
Diduga Sebelum meninggal korban tengah membakar sampah di belakang rumahnya. Namun karena api terus membesar, korban panik dan terjatuh hingga akhirnya terbakar.
“Dari keterangan saksi, diduga korban ini jatuh ketika hendak memadamkan api,” jelas Kapolsek Panjatan AKP Slamet.
Sementara itu Heryani petugas dari Puskesmas Panjatan I mengaku dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal akibat kekurangan oksigen. “Ini bisa terjadi karena tidak bisa bernafas karena terkepung api,” jelas Heryani.
Sekira pukul 15.30 WIB, Samilah berusaha mencari ibunya yang tidak berada di dalam rumah. Saat itu, terlihat kobaran api di belakang rumah yang langsung dihampiri Samilah.
Alangkah terkejutnya, di dalam kobaran api itu terdapat tubuh ibunya sudah mulai gosong. Sontak Samilah berteik meminta pertolongan warga. "Pas ketemu ibu sudah meninggal," katanya.
Petugas Polsek Panjatan bersama dengan Polres Kulonprogo yang mendapat laporan langsung melakukan olah TKP. Korban ditemukan dalam kondisi 90 persen terbakar.
Diduga Sebelum meninggal korban tengah membakar sampah di belakang rumahnya. Namun karena api terus membesar, korban panik dan terjatuh hingga akhirnya terbakar.
“Dari keterangan saksi, diduga korban ini jatuh ketika hendak memadamkan api,” jelas Kapolsek Panjatan AKP Slamet.
Sementara itu Heryani petugas dari Puskesmas Panjatan I mengaku dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal akibat kekurangan oksigen. “Ini bisa terjadi karena tidak bisa bernafas karena terkepung api,” jelas Heryani.
(ysw)