Partai Demokrat harus solid
Senin, 30 Juli 2012 - 09:44 WIB
Partai Demokrat harus solid
A
A
A
Sindonews.com - Kader Partai Demokrat diminta tetap solid dalam pemenangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara). Sebagai pengusung utama pasangan nomor urut 1 tersebut, reputasi Partai Demokrat sangat dipertaruhkan.
Jika kalah akan berakibat fatal pada Pemilu 2014, begitupun sebaliknya.
Peneliti senior The Jakarta Institute Ubaidillah mengatakan, sebagai pemenang Pemilu 2009 Partai Demokrat seharusnya menjadi motor utama pemenangan Foke-Nara.
Jika elite Partai Demokrat tidak solid justru sangat merugikan. Pihaknya melihat adanya ketidak solidan kader dan elite partai dalam perbuatan ke pen - tingan politiknya.
”Kader partai berbuat di pe - menangan satu cagubnya ti dak lagi berdasarkan pada ins truk si partai, melainkan ke ingin an darikaderitusendiri. Kondisiini terjadi di beberapa partai besar. Ini tidak boleh terjadi lagi kalau Demokrat mau memang di DKI Jakarta,” kata Ubaidillah kemarin.
Menurut dia, masih ada waktu bagi Partai Demokrat untuk memaksimalkan mesin politik. Nah, jika konsolidasi internal Partai Demokrat berhasil, peluang Foke-Nara menang semakin terbuka.
Ketua DPC Partai Demokrat Jakarta Pusat Taufiqurrahman mengatakan, dalam upaya pemenangan pasangan cagub Foke-Nara di putaran pertama terdapat titik-titik tertentu tidak maksimal digarap oleh mesin tim kampanye.
Hanya saja, dirinya tidak menyebutkan titik lemah tersebut secara terperinci, apakah itu berasal dari kinerja tim sukses, penggarapan massa atau pun kinerja sayap-sayap pendukung.
”Memang ada titik lemah, tapi kita tidak mau menyalahkan satu sama lain, melainkan lebih berintro speksi,” ujar anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta ini.
Untuk kinerja mesin Partai Demokrat, pihaknya mengklaim sudah bekerja maksi mal. Bahkan, partai ini jauh-jauh hari terus menyosialisasikan figur Nachrowi Ramli kepada masyarakat.
”Tidak benar kalau dibilang tim dari kami (Partai Demokrat) tidak bekerja maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Irfan Gani tidak bisa dikonfirmasi terkait masalah ini. Beberapakali dihubungi ponselnya tidak aktif.
Jika kalah akan berakibat fatal pada Pemilu 2014, begitupun sebaliknya.
Peneliti senior The Jakarta Institute Ubaidillah mengatakan, sebagai pemenang Pemilu 2009 Partai Demokrat seharusnya menjadi motor utama pemenangan Foke-Nara.
Jika elite Partai Demokrat tidak solid justru sangat merugikan. Pihaknya melihat adanya ketidak solidan kader dan elite partai dalam perbuatan ke pen - tingan politiknya.
”Kader partai berbuat di pe - menangan satu cagubnya ti dak lagi berdasarkan pada ins truk si partai, melainkan ke ingin an darikaderitusendiri. Kondisiini terjadi di beberapa partai besar. Ini tidak boleh terjadi lagi kalau Demokrat mau memang di DKI Jakarta,” kata Ubaidillah kemarin.
Menurut dia, masih ada waktu bagi Partai Demokrat untuk memaksimalkan mesin politik. Nah, jika konsolidasi internal Partai Demokrat berhasil, peluang Foke-Nara menang semakin terbuka.
Ketua DPC Partai Demokrat Jakarta Pusat Taufiqurrahman mengatakan, dalam upaya pemenangan pasangan cagub Foke-Nara di putaran pertama terdapat titik-titik tertentu tidak maksimal digarap oleh mesin tim kampanye.
Hanya saja, dirinya tidak menyebutkan titik lemah tersebut secara terperinci, apakah itu berasal dari kinerja tim sukses, penggarapan massa atau pun kinerja sayap-sayap pendukung.
”Memang ada titik lemah, tapi kita tidak mau menyalahkan satu sama lain, melainkan lebih berintro speksi,” ujar anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta ini.
Untuk kinerja mesin Partai Demokrat, pihaknya mengklaim sudah bekerja maksi mal. Bahkan, partai ini jauh-jauh hari terus menyosialisasikan figur Nachrowi Ramli kepada masyarakat.
”Tidak benar kalau dibilang tim dari kami (Partai Demokrat) tidak bekerja maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Irfan Gani tidak bisa dikonfirmasi terkait masalah ini. Beberapakali dihubungi ponselnya tidak aktif.
(lns)