Aksi solidaritas Rohingya dibubarkan polisi
Minggu, 29 Juli 2012 - 19:26 WIB
Aksi solidaritas Rohingya dibubarkan polisi
A
A
A
Sindonews.com - Pembantaian warga muslim di Rohingya Myanmar mengundang keprihatinan. Puluhan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) Aceh pun menggelar aksi solidaritas di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh. Namun karena tak berizin, aksi itu dibubarkan polisi.
Aksi yang berlangsung beberapa menit saja didatangi polisi tak berseragam. Mereka diminta agar segera membubarkan diri.
Namun Ketua Umum KAMMI Aceh Faisal Qasim mencoba bernegosiasi. Dia minta diberi
izin membaca pernyataan sikap. Akhirnya polisi mengizinkan dengan dibatasi waktu.
Menurut Faisal, aksi solidaritas mereka itu ditujukan untuk muslim Rohingya yang mengalami pelanggaran hak azasi di Myanmar.
“Pelanggaran HAM berat yang dialami warga Rohingya tidak hanya mengancam eksistensi etnis Rohingya, tapi juga perdamaian dunia,” kata Faisal di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Minggu (29/7/2012).
Menurut Faisal, kekerasan yang dialami muslim Rohingya, dapat mengancam perdamaian dunia. KAMMI mengutuk segala bentuk kekerasan dan pelanggaran itu.
“Boikot SEA Games ke 27 di Naypidaw apabila Myanmar tidak sanggup menghentikan kekerasan terhadap Rohingya,” seru Faisal.
Aksi yang berlangsung beberapa menit saja didatangi polisi tak berseragam. Mereka diminta agar segera membubarkan diri.
Namun Ketua Umum KAMMI Aceh Faisal Qasim mencoba bernegosiasi. Dia minta diberi
izin membaca pernyataan sikap. Akhirnya polisi mengizinkan dengan dibatasi waktu.
Menurut Faisal, aksi solidaritas mereka itu ditujukan untuk muslim Rohingya yang mengalami pelanggaran hak azasi di Myanmar.
“Pelanggaran HAM berat yang dialami warga Rohingya tidak hanya mengancam eksistensi etnis Rohingya, tapi juga perdamaian dunia,” kata Faisal di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Minggu (29/7/2012).
Menurut Faisal, kekerasan yang dialami muslim Rohingya, dapat mengancam perdamaian dunia. KAMMI mengutuk segala bentuk kekerasan dan pelanggaran itu.
“Boikot SEA Games ke 27 di Naypidaw apabila Myanmar tidak sanggup menghentikan kekerasan terhadap Rohingya,” seru Faisal.
(lns)