Sentuh benda pusaka usia 700 tahun
Jum'at, 27 Juli 2012 - 10:23 WIB
Sentuh benda pusaka usia 700 tahun
A
A
A
GUBERNUR Jawa Barat Ahmad Heryawan mendapat kehormatan atas tiga benda pusaka peninggalan Sunan Gunung Jati.
Dalam kunjungannya ke Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat (Jabar) Ahmad dapat memegang serta melihat langsung tiga benda pusaka milik Keraton Kasepuhan. Didamping Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat, Gubernur diperkenankan melihat dan memegang benda pusaka yang dinilai berbeda dengan benda keramat lain di museum keraton. Karena itu, tidak semua orang, sekalipun presiden, bisa melihat, bahkan memegang benda pusaka yang diklaim pihak keraton berusia sekitar 700 tahun tersebut.
Dalam kunjungannya itu, Ahmad Heryawan pertama kali diperlihatkan tongkat cis oleh Sultan. Tongkat ini memiliki panjang sekitar 1,20 meter. Tongkat tersebut biasanya hanya dibawa khotib saat salat Id, baik Idul Fitri maupun Idul Adha.
Tongkat tersebut terbuat dari semacam kayu hitam yang diulir dengan logam pada setiap ujungnya. Benda kedua yang dipegang Heryawan adalah pedang sepanjang sekitar satu meter dan bergagang emas. Begitu pula pada permukaan pedang terdapat huruf Arab bersepuh emas, namun saat ini huruf tersebut sudah tak bisa dibaca karena luntur termakan usia.
Benda terakhir adalah jubah Sunan Gunung Jati berwarna putih yang disimpan dalam sebuah kotak kayu. Ketiga benda pusaka itu diperlihatkan di sela silaturahmi Gubernur dengan Sultan dan penghuni Keraton Kasepuhan (wargi),di Kedaton Dalem Arum.
“Alhamdulillah, saya tidak bisa berkata apapun,” ujar Ahmad Heryawan, Kamis 26 Juli 2012.
Sultan Arif mengaku, ketiga benda tersebut termasuk benda cagar budaya. “Selama ini ketiganya masih disimpan dan tidak diperlihatkan kepada umum. Kami tidak memiliki museum yang representatif untuk memajangnya,” ungkap dia.
Usai kesempatan itu, Gubernur mengatakan, Pemprov Jabar bakal mengalokasikan Rp20 miliar pada 2013 untuk merevitalisasi empat keraton di Cirebon.
Dalam kunjungannya ke Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat (Jabar) Ahmad dapat memegang serta melihat langsung tiga benda pusaka milik Keraton Kasepuhan. Didamping Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat, Gubernur diperkenankan melihat dan memegang benda pusaka yang dinilai berbeda dengan benda keramat lain di museum keraton. Karena itu, tidak semua orang, sekalipun presiden, bisa melihat, bahkan memegang benda pusaka yang diklaim pihak keraton berusia sekitar 700 tahun tersebut.
Dalam kunjungannya itu, Ahmad Heryawan pertama kali diperlihatkan tongkat cis oleh Sultan. Tongkat ini memiliki panjang sekitar 1,20 meter. Tongkat tersebut biasanya hanya dibawa khotib saat salat Id, baik Idul Fitri maupun Idul Adha.
Tongkat tersebut terbuat dari semacam kayu hitam yang diulir dengan logam pada setiap ujungnya. Benda kedua yang dipegang Heryawan adalah pedang sepanjang sekitar satu meter dan bergagang emas. Begitu pula pada permukaan pedang terdapat huruf Arab bersepuh emas, namun saat ini huruf tersebut sudah tak bisa dibaca karena luntur termakan usia.
Benda terakhir adalah jubah Sunan Gunung Jati berwarna putih yang disimpan dalam sebuah kotak kayu. Ketiga benda pusaka itu diperlihatkan di sela silaturahmi Gubernur dengan Sultan dan penghuni Keraton Kasepuhan (wargi),di Kedaton Dalem Arum.
“Alhamdulillah, saya tidak bisa berkata apapun,” ujar Ahmad Heryawan, Kamis 26 Juli 2012.
Sultan Arif mengaku, ketiga benda tersebut termasuk benda cagar budaya. “Selama ini ketiganya masih disimpan dan tidak diperlihatkan kepada umum. Kami tidak memiliki museum yang representatif untuk memajangnya,” ungkap dia.
Usai kesempatan itu, Gubernur mengatakan, Pemprov Jabar bakal mengalokasikan Rp20 miliar pada 2013 untuk merevitalisasi empat keraton di Cirebon.
(azh)