Sepuluh anak punk terjaring operasi pekat
Kamis, 26 Juli 2012 - 08:29 WIB
Sepuluh anak punk terjaring operasi pekat
A
A
A
Sindoneww.com - Sepuluh anak punk dan satu calo mabuk digiring petugas ke Mapolsekta Astanaanyar. Mereka terjaring Operasi Pekat Lodaya yang digelar 25 Juli hingga 4 Agustus 2012.
Polisi juga menyitaduakardusminumankeras dan dua sepeda motor bodong. Sepuluh anak punk berusia 19-26 tahun tersebut ditangkap di kawasan Tegallega.Pada hari biasanya,para pemuda berbaju kumal ini mengamen di sekitar Jalan BKR, Jalan Mohammad Toha, dan Jalan Peta. Polisi mengaku kerap menerima laporan terkait keresahan masyarakat karena adanya para anak punk.
“Mereka kami tangkap karena memang banyak laporan dari masyarakat yang tidak nyaman hingga merasa takut dengan banyaknya anak punk di beberapa ruas jalan di Kota Bandung. Beberapa di antaranya sudah beberapa kali digiring polisi,” kata Kapolsekta Astanaanyar Kompol Irfan Nugraha di kantornya, Rabu 25 Jul1 2012.
Polisi juga menyita dua unit sepeda motor dari tangan sepuluh anak punk tersebut.Berdasarkan pemeriksaan, kendaraan roda dua yang mereka gunakan tidak dilengkapi surat-surat yang semestinya. Bahkan, mayoritas onderdil sepeda motor itu tidak menggunakan perangkat standar.
“Anak-anak (punk) ini mengakui bahwa dua sepeda motor tersebut memang milik mereka. Selain bentuknya sudah tidak standar, surat-surat kendaraannya pun tidak ada alias bodong. Kami amankan,” tutur Irfan.
Meski dibawa ke kantor polisi, sepuluh anak punk tersebut tidak ditahan. Mereka hanya diberikan pengarahan dan bimbingan agar tidak melakukan tindak kriminal.Polisi pun melarang remaja-remaja tersebut meresahkan saat mengamen.
“Kami hanya beri pembinaan. Silakan saja mengamen,tapi yang santun. Jangan sampai meresahkan warga, menimbulkan kesan seram dan menakutkan, apa lagi sampai melakukan tindakan kriminal,” tutur Irfan.
Sementara itu, seorang calo juga digiring ke kantor polisi karena kedapatan mengkonsumsi minuman keras. Dia ditanyai dalam kondisi sempoyongan, bahkan kata-kata yang diucapkan pria paruh baya tersebut mengundang tawa petugas. Pada operasi ini, jajaran Polsekta Astanaanyar juga mengamankan dua kardus minuman beralkohol berbagai merek.
Kebanyakan minuman keras tersebut berjenis anggur merah dan anggur putih. Setelah disita, puluhan botol minuman keras tersebut akan dimusnahkan.
Polisi juga menyitaduakardusminumankeras dan dua sepeda motor bodong. Sepuluh anak punk berusia 19-26 tahun tersebut ditangkap di kawasan Tegallega.Pada hari biasanya,para pemuda berbaju kumal ini mengamen di sekitar Jalan BKR, Jalan Mohammad Toha, dan Jalan Peta. Polisi mengaku kerap menerima laporan terkait keresahan masyarakat karena adanya para anak punk.
“Mereka kami tangkap karena memang banyak laporan dari masyarakat yang tidak nyaman hingga merasa takut dengan banyaknya anak punk di beberapa ruas jalan di Kota Bandung. Beberapa di antaranya sudah beberapa kali digiring polisi,” kata Kapolsekta Astanaanyar Kompol Irfan Nugraha di kantornya, Rabu 25 Jul1 2012.
Polisi juga menyita dua unit sepeda motor dari tangan sepuluh anak punk tersebut.Berdasarkan pemeriksaan, kendaraan roda dua yang mereka gunakan tidak dilengkapi surat-surat yang semestinya. Bahkan, mayoritas onderdil sepeda motor itu tidak menggunakan perangkat standar.
“Anak-anak (punk) ini mengakui bahwa dua sepeda motor tersebut memang milik mereka. Selain bentuknya sudah tidak standar, surat-surat kendaraannya pun tidak ada alias bodong. Kami amankan,” tutur Irfan.
Meski dibawa ke kantor polisi, sepuluh anak punk tersebut tidak ditahan. Mereka hanya diberikan pengarahan dan bimbingan agar tidak melakukan tindak kriminal.Polisi pun melarang remaja-remaja tersebut meresahkan saat mengamen.
“Kami hanya beri pembinaan. Silakan saja mengamen,tapi yang santun. Jangan sampai meresahkan warga, menimbulkan kesan seram dan menakutkan, apa lagi sampai melakukan tindakan kriminal,” tutur Irfan.
Sementara itu, seorang calo juga digiring ke kantor polisi karena kedapatan mengkonsumsi minuman keras. Dia ditanyai dalam kondisi sempoyongan, bahkan kata-kata yang diucapkan pria paruh baya tersebut mengundang tawa petugas. Pada operasi ini, jajaran Polsekta Astanaanyar juga mengamankan dua kardus minuman beralkohol berbagai merek.
Kebanyakan minuman keras tersebut berjenis anggur merah dan anggur putih. Setelah disita, puluhan botol minuman keras tersebut akan dimusnahkan.
(azh)