Jembatan ambruk, 20 KK terisolir
Rabu, 25 Juli 2012 - 09:30 WIB
Jembatan ambruk, 20 KK terisolir
A
A
A
Sindonews.com - Dua dari empat kecamatan yang dihantam banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) kondisinya masih mengkhawatirkan. Masih ada lokasi yang terisolir karena jembatan penghubung ambruk. Sementara warga yang rumahnya terendam banjir masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.
Suasana lokasi banjir bandang di Kecamatan Nanggalo, Padang mengkhawatirkan. Timbunan material lumpur setinggi satu meter dan genangan air bekas banjir masih terlihat di halaman dan dalam rumah warga.
Sementara warga yang mengungsi terbagi di tiga titik di Kecamatan Nanggalo ini, ada yang di tenda sebagian ada yang mengungsi di rumah warga dan mesjid.
Sementara di Kecamatan Pauh, Kota Padang, sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) masih terisolir karena Jembatan Kalawi di Kanagarian Limau Manih, Kelurahan Koto Panjang ambruk dihantam banjir.
"Jembatan ambruk, kami tidak bisa kemana-mana. Masih ada 20 kepala keluarga di sini bertahan," ujar Arif, salah seorang warga menjelaskan, Rabu (25/7/2012).
Hingga kini, arus Sungai Limau Manih ini masih deras dan berwarna cokelat karena bercampur lumpur. Di lokasi ini tercatat sebanyak 15 unit rumah satu jembatan dan satu masjid rusak akibat banjir.
Suasana lokasi banjir bandang di Kecamatan Nanggalo, Padang mengkhawatirkan. Timbunan material lumpur setinggi satu meter dan genangan air bekas banjir masih terlihat di halaman dan dalam rumah warga.
Sementara warga yang mengungsi terbagi di tiga titik di Kecamatan Nanggalo ini, ada yang di tenda sebagian ada yang mengungsi di rumah warga dan mesjid.
Sementara di Kecamatan Pauh, Kota Padang, sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) masih terisolir karena Jembatan Kalawi di Kanagarian Limau Manih, Kelurahan Koto Panjang ambruk dihantam banjir.
"Jembatan ambruk, kami tidak bisa kemana-mana. Masih ada 20 kepala keluarga di sini bertahan," ujar Arif, salah seorang warga menjelaskan, Rabu (25/7/2012).
Hingga kini, arus Sungai Limau Manih ini masih deras dan berwarna cokelat karena bercampur lumpur. Di lokasi ini tercatat sebanyak 15 unit rumah satu jembatan dan satu masjid rusak akibat banjir.
(azh)