Pengendara Mercy maut positif pakai ekstasi
Selasa, 24 Juli 2012 - 19:44 WIB
Pengendara Mercy maut positif pakai ekstasi
A
A
A
Sindonews.com - Pengendara Mercy maut bernomor polisi B 1201 BAD Dharshan Sutrisna (31), ternyata berada di bawah pengaruh narkotika saat menabrak tiga orang pengamen di Bunderan Hotel Indonesia (HI), pada Senin 23 Juli 2012 pagi.
Berdasarkan hasil tes urine dan darah di laboraturium Badan Narkotika Nasional (BNN), Dharshan diketahui positif mengkonsumsi Methylene Dioxy Meth Amphetamine (MDMA) atau sejenis ekstasi dan sabu.
"Masih didalami kapan digunakannya. Nanti akan bekerja sama dengan Direktorat Narkoba," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (24/7/2012).
Atas perbuatannya, Dharshan dijerat pasal 310 dan 311 UU lalu lintas tentang kelalaian, 281 tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), dan UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Seperti yang diketahui, Dharshan Sutrisna menabrak tiga orang pengamen di Bundaran Hotel Indonesia (HI), pada Senin dini hari sekira pukul 03.00 WIB kemarin.
Dharshan diketahui di bawah pengaruh alkohol saat mengemudi. Akibat ulahnya, dua orang mengalami luka-luka dan satu lainnya meninggal dunia.
Berdasarkan hasil tes urine dan darah di laboraturium Badan Narkotika Nasional (BNN), Dharshan diketahui positif mengkonsumsi Methylene Dioxy Meth Amphetamine (MDMA) atau sejenis ekstasi dan sabu.
"Masih didalami kapan digunakannya. Nanti akan bekerja sama dengan Direktorat Narkoba," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (24/7/2012).
Atas perbuatannya, Dharshan dijerat pasal 310 dan 311 UU lalu lintas tentang kelalaian, 281 tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), dan UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Seperti yang diketahui, Dharshan Sutrisna menabrak tiga orang pengamen di Bundaran Hotel Indonesia (HI), pada Senin dini hari sekira pukul 03.00 WIB kemarin.
Dharshan diketahui di bawah pengaruh alkohol saat mengemudi. Akibat ulahnya, dua orang mengalami luka-luka dan satu lainnya meninggal dunia.
(san)