2,5 juta anak tak sekolah jadi ancaman
Senin, 23 Juli 2012 - 09:48 WIB
2,5 juta anak tak sekolah jadi ancaman
A
A
A
Sindonews.com - Unicef Indonesia merilis jumlah anak yang tidak sekolah di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) saat ini mencapai 2,5 juta orang. Menurut Unicef, anak-anak tersebut akan menjadi ancaman pada masa yang datang.
”Anak-anak itu harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah setempat. Karena jika dibiarkan akan menjadi ancaman ke depan,” kata Kepala Perwakilan Unicef Wilayah Sulselbar, Maluku, Maluku Utara dan Papua Purwanta Iskandar di Makassar, Minggu 22 Juli 2012.
Menurut dia, kondisi itu sangat memprihatinkan di tengah Hari Anak yang diperingati setiap tahun. Karena anak-anak yang di luar sekolah itu,sebagian besar berada di jalan sebagai pekerja anak.
Sementara kebijakan Pemprov Sulsel melalui program pendidikan gratis yang dijalankan sejak 2008 dinilai belum dapat menjangkau jutaan anak di luar sekolah itu. Purwanta mengatakan memang saat ini mereka masih anak-anak, tapi bagaimana sepuluh tahun mendatang. Dikhawatirkan itu menjadi potensi pengangguran baru ataupun pelaku tindak kriminal.
”Karena itu, kebijakan pemerintah harus proanak. Sehingga semua anak mendapatkan kesempatan dan hak yang sama. Misalnya dalam mengecap pendidikan,” katanya.
Sementara mengenai program pendidikan gratis yang diusung Pemprov Sulsel, dia mengatakan, belum dapat menjangkau anak-anak luar sekolah yang jumlahnya mencapai 2,5 juta orang.
Menurut dia, program pendidikan gratis hanya mengintervensi anak-anak yang ada di sekolah baik pada jenjang pendidikan dasar hingga lanjutan. Sementara anak-anak usia sekolah yang tidak bersekolah, karena drop out, belum diintervensi secara optimal.
”Anak-anak itu harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah setempat. Karena jika dibiarkan akan menjadi ancaman ke depan,” kata Kepala Perwakilan Unicef Wilayah Sulselbar, Maluku, Maluku Utara dan Papua Purwanta Iskandar di Makassar, Minggu 22 Juli 2012.
Menurut dia, kondisi itu sangat memprihatinkan di tengah Hari Anak yang diperingati setiap tahun. Karena anak-anak yang di luar sekolah itu,sebagian besar berada di jalan sebagai pekerja anak.
Sementara kebijakan Pemprov Sulsel melalui program pendidikan gratis yang dijalankan sejak 2008 dinilai belum dapat menjangkau jutaan anak di luar sekolah itu. Purwanta mengatakan memang saat ini mereka masih anak-anak, tapi bagaimana sepuluh tahun mendatang. Dikhawatirkan itu menjadi potensi pengangguran baru ataupun pelaku tindak kriminal.
”Karena itu, kebijakan pemerintah harus proanak. Sehingga semua anak mendapatkan kesempatan dan hak yang sama. Misalnya dalam mengecap pendidikan,” katanya.
Sementara mengenai program pendidikan gratis yang diusung Pemprov Sulsel, dia mengatakan, belum dapat menjangkau anak-anak luar sekolah yang jumlahnya mencapai 2,5 juta orang.
Menurut dia, program pendidikan gratis hanya mengintervensi anak-anak yang ada di sekolah baik pada jenjang pendidikan dasar hingga lanjutan. Sementara anak-anak usia sekolah yang tidak bersekolah, karena drop out, belum diintervensi secara optimal.
(azh)