TNI AL tangkap ratusan imigran gelap
Sabtu, 21 Juli 2012 - 02:40 WIB
TNI AL tangkap ratusan imigran gelap
A
A
A
Sindonews.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut menangkap ratusan imigran gelap asal Timur Tengah di perairan antara kawasan Cagar Budaya Pulau Bokor dengan Tanjung Pasir, Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ratusan imigran tersebut berencana akan menyebrang ke Christmas Island, Australia untuk mencari suaka. Sayangnya, para imigran yang menumpang dua kapal milik nelayan itu dipergoki petugas TNI AL yang sedang melakukan patroli rutin.
Komandan Pos TNI AL Tanjung Pasir Lettu Marsuardi mengatakan, pelarian 109 orang imigran asal Timur Tengah itu dibantu oleh anak buah kapal yang berkebangsaan Indonesia.
"Setelah kami tangkap, para imigran ini kami serahkan ke Kepolisian Kepulauan Seribu. Karena mereka tidak memiliki paspor, dan identitas diri," katanya di Tangerang, Banten, Jumat 20 Juli 2012.
Saat penangkapan dilakukan, diketahui beberapa orang imigran berusaha melarikan diri dengan cara berusaha naik ke perahu nelayan lain yang sedang bersandar.
Sekadar diketahui, penangkapan imigran gelap ini merupakan yang kesekian kalinya dilakukan oleh aparat keamanan. Sebelumnya, jajaran Polres Sukabumi juga berhasil mengungkap kasus penyelundupan imigran gelap (baca: 38 imigran gelap Afganistan ditangkap).
Sebanyak 38 orang imigran asal Afganistan ditangkap di Jalan Raya Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Diduga mereka hendak menuju ke Pulau Christmas, Australia, melalui perairan Cisolok.
Keterangan yang dihimpun, penangkapan puluhan imigran gelap dilakukan dalam sebuah razia kendaraan yang digelar jajaran Polres Sukabumi di Jalan Raya Cisolok, Kamis 19 Juli 2012, sekira pukul 22.00 WIB. Petugas mendapati sembilan kendaraan pribadi yang melintas bermuatan puluhan imigran gelap asal Afganistan.
Selain menangkap 38 imigran gelap, petugas juga mengamankan sembilan orang warga negara Indonesia yang seluruhnya bertugas sebagai pengemudi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ratusan imigran tersebut berencana akan menyebrang ke Christmas Island, Australia untuk mencari suaka. Sayangnya, para imigran yang menumpang dua kapal milik nelayan itu dipergoki petugas TNI AL yang sedang melakukan patroli rutin.
Komandan Pos TNI AL Tanjung Pasir Lettu Marsuardi mengatakan, pelarian 109 orang imigran asal Timur Tengah itu dibantu oleh anak buah kapal yang berkebangsaan Indonesia.
"Setelah kami tangkap, para imigran ini kami serahkan ke Kepolisian Kepulauan Seribu. Karena mereka tidak memiliki paspor, dan identitas diri," katanya di Tangerang, Banten, Jumat 20 Juli 2012.
Saat penangkapan dilakukan, diketahui beberapa orang imigran berusaha melarikan diri dengan cara berusaha naik ke perahu nelayan lain yang sedang bersandar.
Sekadar diketahui, penangkapan imigran gelap ini merupakan yang kesekian kalinya dilakukan oleh aparat keamanan. Sebelumnya, jajaran Polres Sukabumi juga berhasil mengungkap kasus penyelundupan imigran gelap (baca: 38 imigran gelap Afganistan ditangkap).
Sebanyak 38 orang imigran asal Afganistan ditangkap di Jalan Raya Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Diduga mereka hendak menuju ke Pulau Christmas, Australia, melalui perairan Cisolok.
Keterangan yang dihimpun, penangkapan puluhan imigran gelap dilakukan dalam sebuah razia kendaraan yang digelar jajaran Polres Sukabumi di Jalan Raya Cisolok, Kamis 19 Juli 2012, sekira pukul 22.00 WIB. Petugas mendapati sembilan kendaraan pribadi yang melintas bermuatan puluhan imigran gelap asal Afganistan.
Selain menangkap 38 imigran gelap, petugas juga mengamankan sembilan orang warga negara Indonesia yang seluruhnya bertugas sebagai pengemudi.
(lil)