Dosa Foke lebih banyak dari Jokowi
Selasa, 17 Juli 2012 - 16:36 WIB
Dosa Foke lebih banyak dari Jokowi
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menilai, incumbent Fauzi Bowo (Foke) memiliki banyak dosa yang sulit diterima warga Jakarta dalam putaran kedua Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012.
"Di samping itu yang penting sebenarnya juga masyarakat memilih calon yang memiliki rekam jejak (track record) yang baik dan dosanya kurang. Foke tentu mempunyai beban ketidakberhasilan akibat macet, dan banjir," ujar Kalla di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7/2012).
Berbanding terbalik, lawan politik Foke, Joko Widodo (Jokowi) dinilai memiliki dosa yang lebih kecil dan rekam jejaknya selama memimpin Solo cukup baik. Potensi memenangkan putaran kedua Pilgub DKI juga terbuka lebar.
"Jadi karena Jokowi itu track recordnya baik, meski hanya di kota seperti Solo, tapi itu mempunyai harapan. Di lain pihak, Jokowi tidak punya beban-beban kasus korupsi ataupun juga beban moral kegagalan-kegagalan. Berbeda dengan Foke," terangnya.
Ditambahkan dia, partai politik pengusung pasangan calon tidak begitu berpengaruh dalam kemenangan di Pilgub DKI, selama calon yang diusung memiliki track record baik.
"Partai itu kan syarat. Tentu partai berpengaruh kalau partai itu efektif. Tapi dalam kasus ini, kelihatannya calon-calon mempunyai tim tersendiri. Partai juga mendukung, tapi kadang pilihan partai berbeda dengan pilihan pribadi," tegasnya.
"Di samping itu yang penting sebenarnya juga masyarakat memilih calon yang memiliki rekam jejak (track record) yang baik dan dosanya kurang. Foke tentu mempunyai beban ketidakberhasilan akibat macet, dan banjir," ujar Kalla di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7/2012).
Berbanding terbalik, lawan politik Foke, Joko Widodo (Jokowi) dinilai memiliki dosa yang lebih kecil dan rekam jejaknya selama memimpin Solo cukup baik. Potensi memenangkan putaran kedua Pilgub DKI juga terbuka lebar.
"Jadi karena Jokowi itu track recordnya baik, meski hanya di kota seperti Solo, tapi itu mempunyai harapan. Di lain pihak, Jokowi tidak punya beban-beban kasus korupsi ataupun juga beban moral kegagalan-kegagalan. Berbeda dengan Foke," terangnya.
Ditambahkan dia, partai politik pengusung pasangan calon tidak begitu berpengaruh dalam kemenangan di Pilgub DKI, selama calon yang diusung memiliki track record baik.
"Partai itu kan syarat. Tentu partai berpengaruh kalau partai itu efektif. Tapi dalam kasus ini, kelihatannya calon-calon mempunyai tim tersendiri. Partai juga mendukung, tapi kadang pilihan partai berbeda dengan pilihan pribadi," tegasnya.
(san)