Ingin menang, Foke harus ubah gaya kampanye
Minggu, 15 Juli 2012 - 19:38 WIB
Ingin menang, Foke harus ubah gaya kampanye
A
A
A
Sindonews.com - Tiga hal yang menyebabkan kemenangan pasangan Joko Widodo- Basuki Tjahja Purnama atas incumbent Fauzi Bowo – Nachrowi Ramli dalam hitungan cepat putaran pertama pemungutan suara pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta.
Pertama, figur Joko Widodo taua biasa disapa Jokowi dikenal sangat sederhana dan santun. Kedua, non birokratis, dan ketiga, inovatif.
"Keinovatifan dapat dilihat kalau Jokowi berhasil menjadikan pedagang kaki lima sebagai pendapatan daerah terbesar bagi daerah yang dipimpinannya," ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Amri Yusra, Minggu (15/7/2012).
Maka itu, dia mengimbau kepada incumbent Fauzi Bowo atau biasa disapa Foke harus mengubah gaya kampanyenya, jika ingin lebih unggul dari Jokowi. Dia menilai gaya kampanye Foke di putaran pertama tidak efektif dalam menarik minat warga DKI Jakarta.
"Gaya kampanye yang lebih terlihat arogan harus dihilangkan, diubah kampanye yang bermasyarakat," imbuhnya.
Kemenangan Jokowi diputaran pertama, kata dia, bukan karena faktor partai. Ia mengatakan, kemenangan Jokowi murni karena faktor figur. Partai dan uang kurang memiliki porsi maksimal dalam memenangkan Jokowi.
Pertama, figur Joko Widodo taua biasa disapa Jokowi dikenal sangat sederhana dan santun. Kedua, non birokratis, dan ketiga, inovatif.
"Keinovatifan dapat dilihat kalau Jokowi berhasil menjadikan pedagang kaki lima sebagai pendapatan daerah terbesar bagi daerah yang dipimpinannya," ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Amri Yusra, Minggu (15/7/2012).
Maka itu, dia mengimbau kepada incumbent Fauzi Bowo atau biasa disapa Foke harus mengubah gaya kampanyenya, jika ingin lebih unggul dari Jokowi. Dia menilai gaya kampanye Foke di putaran pertama tidak efektif dalam menarik minat warga DKI Jakarta.
"Gaya kampanye yang lebih terlihat arogan harus dihilangkan, diubah kampanye yang bermasyarakat," imbuhnya.
Kemenangan Jokowi diputaran pertama, kata dia, bukan karena faktor partai. Ia mengatakan, kemenangan Jokowi murni karena faktor figur. Partai dan uang kurang memiliki porsi maksimal dalam memenangkan Jokowi.
(kur)