Golkar pastikan tak akan koalisi
Kamis, 12 Juli 2012 - 12:57 WIB
Golkar pastikan tak akan koalisi
A
A
A
Sindonews.com - Gagal dalam pertarugan merebut kursi DKI 1, pasangan calon gubernur (cagub) DKI Alex Noerdin-Nono Sampono kemungkinan tak menjalin koalisi dengan siapapun.
Demikian pula diharapkan Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Tohari. Dia menyarankan di putaran kedua Golkar tak perlu berkoalisi dengan pasangan cagub manapun. Kader Golkar lebih baik dibiarkan menentukan pilihannya.
"Saya berpendapat Golkar lebih baik mencermati perkembangan dinamika politik yang ada untuk dijadikan acuan pada Pilpres 2014 nanti," jelas Hajriyanto saat dihubungi wartawan, Kamis (12/7/2012).
Hajriyanto meminta agar kader Partai Golkar dibebaskan untuk memilih, dan Golkar mencermati keadaan dengan tajam untuk dijadikan bahan perumusan strategi menghadapi Pemilu 2014.
Menurut Hajriyanto, suara Golkar di Jakarta tidak sebesar di daerah lain. Bagaimanapun juga jika ingin maju ke Pilgub DKI harus berkoalisi dengan partai lain.
"Dari dulu DKI Jakarta itu memang bukan lumbung suara Golkar. Lihat saja kursi Golkar di DPRD DKI sekarang ini cuma 7 kursi," ujarnya.
Dalam Pilgub DKI, partai politik harus bermain cerdas dalam memainkan strateginya, pasalnya pemilih di ibu kota ini sangat rasional. "Pemilih Jakarta itu sangat rasional, situasional, tidak ada pemilih tradisional yang fanatik di DKI ini," pungkasnya.
Demikian pula diharapkan Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Tohari. Dia menyarankan di putaran kedua Golkar tak perlu berkoalisi dengan pasangan cagub manapun. Kader Golkar lebih baik dibiarkan menentukan pilihannya.
"Saya berpendapat Golkar lebih baik mencermati perkembangan dinamika politik yang ada untuk dijadikan acuan pada Pilpres 2014 nanti," jelas Hajriyanto saat dihubungi wartawan, Kamis (12/7/2012).
Hajriyanto meminta agar kader Partai Golkar dibebaskan untuk memilih, dan Golkar mencermati keadaan dengan tajam untuk dijadikan bahan perumusan strategi menghadapi Pemilu 2014.
Menurut Hajriyanto, suara Golkar di Jakarta tidak sebesar di daerah lain. Bagaimanapun juga jika ingin maju ke Pilgub DKI harus berkoalisi dengan partai lain.
"Dari dulu DKI Jakarta itu memang bukan lumbung suara Golkar. Lihat saja kursi Golkar di DPRD DKI sekarang ini cuma 7 kursi," ujarnya.
Dalam Pilgub DKI, partai politik harus bermain cerdas dalam memainkan strateginya, pasalnya pemilih di ibu kota ini sangat rasional. "Pemilih Jakarta itu sangat rasional, situasional, tidak ada pemilih tradisional yang fanatik di DKI ini," pungkasnya.
(lns)