Foke-Jokowi siap bertarung lagi
Kamis, 12 Juli 2012 - 08:10 WIB
Foke-Jokowi siap bertarung lagi
A
A
A
Sindonews.com – Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) dapat dipastikan akan bertarung pada putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.
Berdasar quick count (penghitungan cepat) sejumlah lembaga survei, perolehan suara kedua pasangan ini dalam pilkada, kemarin, jauh melampaui perolehan empat pasangan kandidat lain. Hasil quick count juga menampilkan kejutan. Suara yang diraih Jokowi-Ahok melampaui suara incumbent, Foke-Nara, yang sebelumnya banyak diprediksi mengungguli pasangan lain, bahkan akan memenangi pilkada dalam satu putaran.
Quick count yang digelar Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) bersama MNC Research, misalnya, menyebutkan pasangan Wali Kota Solo, Jawa Tengah dan mantan Bupati Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung itu (Jokowi-Ahok) meraup 42,69%. Adapun Foke-Nara hanya bisa mengumpulkan 34,58% suara.
Posisi berikutnya berturut-turut ditempati Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini (11,57%). Selanjutnya Faisal Basri-Biem Benjamin (4,89%), Alex Noerdin-Nono Sampono (4,55%), dan yang terakhir Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria (1,73%). Lingkaran Survei Indonesia (LSI) juga mendapatkan hasil sama. Berdasar quick count yang mereka lakukan, Jokowi-Ahok mendapatkan suara 43,04% disusul Foke-Nara (34,17%), Hidayat-Didik (11,77%), Faisal-Biem (4,83%), Alex-Nono (4,37%), dan Hendarji-Riza (1,82%).
Direktur LP3ES Suhardi Suryadi mengatakan hasil hitung cepat yang dihasilkan oleh LP3ES-MNC Research didapatkan dari pengumpulan suara di 500 TPS di 267 kelurahan yang tersebar di seluruh Jakarta. “Hasil persentase suara tersebut mengubah prediksi selama ini yang menyebutkan Foke akan mendapatkan suara hampir 50%,” ujar Suhardi di Plaza MNC, Jakarta Pusat, Rabu 11 Juli 2012.
Bagaimana Jokowi-Ahok bisa mengungguli Foke-Nara? Suhardi mengatakan masyarakat memilih kandidat yang dianggap memiliki track record sukses memberikan pelayanan publik dan mampu menyelesaikan permasalahan publik. “Bukan lagi soal imej, tetapi ini soal jejak keberhasilan yang diingat oleh masyarakat,” paparnya.
Direktur Peneliti LSI Arman Salam mengaku perolehan suara pasangan Jokowi-Ahok cukup fenomenal dan memutarbalikkan sejumlah survei yang ada, termasuk survei LSI.
Menurut dia, hal itu terjadi karena social image yang dibangun Jokowi seperti kerap turun ke masyarakat dan program-program yang ditawarkan mampu menarik perhatian masyarakat. Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta tidak akan terpengaruh dengan hasil-hasil quick count yang dilakukan lembaga survei.
Ketua Kelompok Kerja Pendataan dan Pemilihan KPUD DKI Jakarta Aminullah menyatakan KPU akan memulai rekapitulasi penghitungan suara Rabu depan.
Sementara itu, kubu Hidayat-Didik menegaskan tidak mau berspekulasi atas kemenangan pasangan calon. Mereka masih menunggu pengumuman resmi dari KPU DKI Jakarta pada 20 Juli 2012 mendatang. Ketua tim sukses Hidayat-Didik, Triwisaksana mengatakan, pihaknya secara internal juga melakukan penghitungan suara.
Adapun suasana haru menghiasi posko Alex-Nono Sampono di Perumahan Tanjung Mas Raya, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Saat mengikuti perhitungan cepat yang disiarkan televisi swasta, Alex dan Nono terlihat masih menebar senyuman. Namun, saat bersalaman dengan segenap tim sukses, suasana pun berubah haru.
Air mata dari para tim sukses tak kuasa tertahan. Alex pun ikut menangis saat bersalaman dengan timnya. "Saya ucapkan terima kasih kepada tim sukses dan warga Jakarta yang sudah mengizinkan saya dalam Pilgub Jakarta,” kata Alex.
Pasangan Hendardji-Riza juga mengakui kekalahannya. “Ini kemenangan dari masyarakat yang menginginkan perubahan,” tuturnya.
Putaran Kedua Seru
Untuk Pilgub DKI Jakarta putaran kedua, Arman memprediksi peta persaingan kemungkinan akan menyerupai peta politik nasional. Partai oposisi akan menghadapi kekuatan partai penguasa dengan dukungan partai pendukung seperti Golkar dan PKS. "Jika kita lihat model pemilih yang berasal dari PKS contohnya maka pasangan Foke-Nara lah yang berpeluang karena mereka dekat dengan sosok agama. Namun jika hal tersebut yang terjadi sekalipun maka pengaruhnya masih belum cukup untuk menyalip perolehan suara dari pasangan Jokowi-Ahoki," jelasnya.
Direktur Komunikasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi memprediksi putaran kedua Pilkada DKI Jakarta pada September 2012 mendatang akan berlangsung sengit. "Terutama mengenai adu strategi yang akan diterapkan oleh tim sukses masing-masing calon dalam menjaring pemilih calon gubernur dan wakil gubernur,” kata Burhanuddin.
Menurut dia, kunci kemenangan pada putaran kedua adalah bagaimana masing-masing pasangan kandidat membaca strategi lawannya. "Pada putaran kedua nanti akan menyeret masalah primordial, seperti etnis dan agama. Seyogyanya, isu primordial itu tidak boleh digunakan,” ujarnya.
Berdasar quick count (penghitungan cepat) sejumlah lembaga survei, perolehan suara kedua pasangan ini dalam pilkada, kemarin, jauh melampaui perolehan empat pasangan kandidat lain. Hasil quick count juga menampilkan kejutan. Suara yang diraih Jokowi-Ahok melampaui suara incumbent, Foke-Nara, yang sebelumnya banyak diprediksi mengungguli pasangan lain, bahkan akan memenangi pilkada dalam satu putaran.
Quick count yang digelar Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) bersama MNC Research, misalnya, menyebutkan pasangan Wali Kota Solo, Jawa Tengah dan mantan Bupati Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung itu (Jokowi-Ahok) meraup 42,69%. Adapun Foke-Nara hanya bisa mengumpulkan 34,58% suara.
Posisi berikutnya berturut-turut ditempati Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini (11,57%). Selanjutnya Faisal Basri-Biem Benjamin (4,89%), Alex Noerdin-Nono Sampono (4,55%), dan yang terakhir Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria (1,73%). Lingkaran Survei Indonesia (LSI) juga mendapatkan hasil sama. Berdasar quick count yang mereka lakukan, Jokowi-Ahok mendapatkan suara 43,04% disusul Foke-Nara (34,17%), Hidayat-Didik (11,77%), Faisal-Biem (4,83%), Alex-Nono (4,37%), dan Hendarji-Riza (1,82%).
Direktur LP3ES Suhardi Suryadi mengatakan hasil hitung cepat yang dihasilkan oleh LP3ES-MNC Research didapatkan dari pengumpulan suara di 500 TPS di 267 kelurahan yang tersebar di seluruh Jakarta. “Hasil persentase suara tersebut mengubah prediksi selama ini yang menyebutkan Foke akan mendapatkan suara hampir 50%,” ujar Suhardi di Plaza MNC, Jakarta Pusat, Rabu 11 Juli 2012.
Bagaimana Jokowi-Ahok bisa mengungguli Foke-Nara? Suhardi mengatakan masyarakat memilih kandidat yang dianggap memiliki track record sukses memberikan pelayanan publik dan mampu menyelesaikan permasalahan publik. “Bukan lagi soal imej, tetapi ini soal jejak keberhasilan yang diingat oleh masyarakat,” paparnya.
Direktur Peneliti LSI Arman Salam mengaku perolehan suara pasangan Jokowi-Ahok cukup fenomenal dan memutarbalikkan sejumlah survei yang ada, termasuk survei LSI.
Menurut dia, hal itu terjadi karena social image yang dibangun Jokowi seperti kerap turun ke masyarakat dan program-program yang ditawarkan mampu menarik perhatian masyarakat. Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta tidak akan terpengaruh dengan hasil-hasil quick count yang dilakukan lembaga survei.
Ketua Kelompok Kerja Pendataan dan Pemilihan KPUD DKI Jakarta Aminullah menyatakan KPU akan memulai rekapitulasi penghitungan suara Rabu depan.
Sementara itu, kubu Hidayat-Didik menegaskan tidak mau berspekulasi atas kemenangan pasangan calon. Mereka masih menunggu pengumuman resmi dari KPU DKI Jakarta pada 20 Juli 2012 mendatang. Ketua tim sukses Hidayat-Didik, Triwisaksana mengatakan, pihaknya secara internal juga melakukan penghitungan suara.
Adapun suasana haru menghiasi posko Alex-Nono Sampono di Perumahan Tanjung Mas Raya, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Saat mengikuti perhitungan cepat yang disiarkan televisi swasta, Alex dan Nono terlihat masih menebar senyuman. Namun, saat bersalaman dengan segenap tim sukses, suasana pun berubah haru.
Air mata dari para tim sukses tak kuasa tertahan. Alex pun ikut menangis saat bersalaman dengan timnya. "Saya ucapkan terima kasih kepada tim sukses dan warga Jakarta yang sudah mengizinkan saya dalam Pilgub Jakarta,” kata Alex.
Pasangan Hendardji-Riza juga mengakui kekalahannya. “Ini kemenangan dari masyarakat yang menginginkan perubahan,” tuturnya.
Putaran Kedua Seru
Untuk Pilgub DKI Jakarta putaran kedua, Arman memprediksi peta persaingan kemungkinan akan menyerupai peta politik nasional. Partai oposisi akan menghadapi kekuatan partai penguasa dengan dukungan partai pendukung seperti Golkar dan PKS. "Jika kita lihat model pemilih yang berasal dari PKS contohnya maka pasangan Foke-Nara lah yang berpeluang karena mereka dekat dengan sosok agama. Namun jika hal tersebut yang terjadi sekalipun maka pengaruhnya masih belum cukup untuk menyalip perolehan suara dari pasangan Jokowi-Ahoki," jelasnya.
Direktur Komunikasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi memprediksi putaran kedua Pilkada DKI Jakarta pada September 2012 mendatang akan berlangsung sengit. "Terutama mengenai adu strategi yang akan diterapkan oleh tim sukses masing-masing calon dalam menjaring pemilih calon gubernur dan wakil gubernur,” kata Burhanuddin.
Menurut dia, kunci kemenangan pada putaran kedua adalah bagaimana masing-masing pasangan kandidat membaca strategi lawannya. "Pada putaran kedua nanti akan menyeret masalah primordial, seperti etnis dan agama. Seyogyanya, isu primordial itu tidak boleh digunakan,” ujarnya.
(lil)