Pilgub satu putaran hanya kebohongan publik
Rabu, 11 Juli 2012 - 10:53 WIB
Pilgub satu putaran hanya kebohongan publik
A
A
A
Sindonews.com - Munculnya banyak spanduk yang menyebut Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI bakal berlangsung satu putaran mendapat tanggapan dari banyak kalangan.
Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago menilai klaim satu putaran itu hanyanya sebuah kebohongan publik. “Spanduk itu membohongi, pasti berlangsung dua putaran,” tegas Andrinof kepada wartawan, Rabu (11/7/2012).
Argumen yang menyebutkan pilgub satu putaran akan menghemat anggaran juga merupakan kebohongan publik lainnya.
Menurut Andrinof, lebih baik membuang ongkos lebih banyak dari awal untuk menuju dua putaran, ketimbang pilgub satu putaran tapi menghasilkan pemimpin yang menggerogoti uang rakyat.
“Enggak apa-apa kalau dengan dua putaran dapat pemimpin yang terbaik, enggak dikorupsi sekian triliun, tambah dana untuk dua putaran. Tapi kita selamatkan uang rakyat DKI sekitar Rp210 triliun untuk selama 5 tahun, jadi bohong jika pilkada satu putaran hemat uang, malah habis itu kita rugi banyak,” tukasnya.
Lebih lanjut Andrinof mengatakan, jika dalam metode hitung cepat (quick count) nanti, nama calon incumbent yakni Fauzi Bowo dan nama cagub Joko Widodo diprediksi sebagai kandidat paling unggul di antara calon lainnya.
“Jadi kita tunggu saja di putaran kedua, Foke lawan Jokowi, besar kemungkinan dua putaran,” tegasnya lagi.
Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago menilai klaim satu putaran itu hanyanya sebuah kebohongan publik. “Spanduk itu membohongi, pasti berlangsung dua putaran,” tegas Andrinof kepada wartawan, Rabu (11/7/2012).
Argumen yang menyebutkan pilgub satu putaran akan menghemat anggaran juga merupakan kebohongan publik lainnya.
Menurut Andrinof, lebih baik membuang ongkos lebih banyak dari awal untuk menuju dua putaran, ketimbang pilgub satu putaran tapi menghasilkan pemimpin yang menggerogoti uang rakyat.
“Enggak apa-apa kalau dengan dua putaran dapat pemimpin yang terbaik, enggak dikorupsi sekian triliun, tambah dana untuk dua putaran. Tapi kita selamatkan uang rakyat DKI sekitar Rp210 triliun untuk selama 5 tahun, jadi bohong jika pilkada satu putaran hemat uang, malah habis itu kita rugi banyak,” tukasnya.
Lebih lanjut Andrinof mengatakan, jika dalam metode hitung cepat (quick count) nanti, nama calon incumbent yakni Fauzi Bowo dan nama cagub Joko Widodo diprediksi sebagai kandidat paling unggul di antara calon lainnya.
“Jadi kita tunggu saja di putaran kedua, Foke lawan Jokowi, besar kemungkinan dua putaran,” tegasnya lagi.
(lns)