1.500 lampu PJU di Subang mati
Rabu, 11 Juli 2012 - 10:07 WIB
1.500 lampu PJU di Subang mati
A
A
A
Sindonews.com - Sekitar 1.500 titik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang terpasang di Kabupaten Subang mati total. Lambannya penanganan pemerintah disebabkan minimnya anggaran perbaikan.
"Dari 200 titik lampu yang diprioritaskan untuk diperbaiki, pengerjaannya baru 50 persen. Itu belum ditambah target penambahan PJU sebanyak 14 titik di Subang. Masih banyaknya PJU yang mati disebabkan karena minimnya anggaran yang kami miliki," ucap Kepala Dinas Tata Ruang Pemukiman dan Kebersihan Kabupaten Subang, Rahmat Fatharrahman, Selasa 10 Juli 2012.
Menurut dia, ada 7.000 titik PJU di wilayahnya dan tidak mustahil jika akan semakin banyak lampu yang mati karena anggarannya terbatas, yakni hanya sebesar Rp 400 juta pada APBD 2012.Sedangkan anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan PJU sebesar Rp 800 juta, mengingat perbaikan perlampu menelan biaya sekitar Rp 500.000 per lampu.
“1.500 titik lampu yang mati tersebut bervariatif, umumnya berumur tiga bulan,” katanya.
Anggota DPRD Komisi C Lutfi Israr Alfarabi mengatakan akan mengajukan keluhan kepala dinas tersebut dalam rapat perubahan anggaran mendatang.
"Kami akan mengajukan minimnya anggaran perbaikan JPU dalam rapat perubahan anggaran mendatang," ucapnya.
"Dari 200 titik lampu yang diprioritaskan untuk diperbaiki, pengerjaannya baru 50 persen. Itu belum ditambah target penambahan PJU sebanyak 14 titik di Subang. Masih banyaknya PJU yang mati disebabkan karena minimnya anggaran yang kami miliki," ucap Kepala Dinas Tata Ruang Pemukiman dan Kebersihan Kabupaten Subang, Rahmat Fatharrahman, Selasa 10 Juli 2012.
Menurut dia, ada 7.000 titik PJU di wilayahnya dan tidak mustahil jika akan semakin banyak lampu yang mati karena anggarannya terbatas, yakni hanya sebesar Rp 400 juta pada APBD 2012.Sedangkan anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan PJU sebesar Rp 800 juta, mengingat perbaikan perlampu menelan biaya sekitar Rp 500.000 per lampu.
“1.500 titik lampu yang mati tersebut bervariatif, umumnya berumur tiga bulan,” katanya.
Anggota DPRD Komisi C Lutfi Israr Alfarabi mengatakan akan mengajukan keluhan kepala dinas tersebut dalam rapat perubahan anggaran mendatang.
"Kami akan mengajukan minimnya anggaran perbaikan JPU dalam rapat perubahan anggaran mendatang," ucapnya.
(azh)