Ratusan rumah di Bone terendam banjir
Sabtu, 07 Juli 2012 - 14:49 WIB
Ratusan rumah di Bone terendam banjir
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan rumah dan puluhan hektare sawah terendam banjir setelah hujan deras mengguyur Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Warga khawatir akan gagal panen setelah sawahnya diterjang banjir.
Setelah diguyur hujan sehari semalam dua desa di Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone yakni Desa Cakke Bone dan Desa Kading terendam banjir. terjangan banjir tersebut membuat warga kaget dan panik karena tiba-tiba datang dan merendam rumah warga. Bahkan banjir setinggi lutut orang dewasa tersebut membuat aktivitas warga menjadi terganggu.
Salah seorang warga, Arsyad mengatakan selain ratusan rumah banjir juga merendam puluhan hektare sawah. Warga pun khawatir karena padi yang akan dipanen sebulan kemudian terancam akan gagal panen.
"Jika sampai gagal panen kami akan merugi puluhan juta. Kini sawah kami terendam air," ujar Arsyad menjelaskan kepada wartawan, Sabtu (7/7/2012).
Tak hanya itu, puluhan hektare tambak di dua desa tersebut ikut terendam sehingga warga memanfaatkan untuk menjaring ikan karena banyak tambak yang siap panen ikut terendam dan ikan yang ada didalamnya hanyut terbawa banjir.
Air setinggi lutut orang dewasa itu juga merendam jalan desa. Sehingga aktivitas petani yang akan berangkat ke sawah dengan menggunakan motor menjadi terganggu. Khawatir motornya rusak tergenang air, sejumlah pengendara harus mendorong motornya.
Setelah diguyur hujan sehari semalam dua desa di Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone yakni Desa Cakke Bone dan Desa Kading terendam banjir. terjangan banjir tersebut membuat warga kaget dan panik karena tiba-tiba datang dan merendam rumah warga. Bahkan banjir setinggi lutut orang dewasa tersebut membuat aktivitas warga menjadi terganggu.
Salah seorang warga, Arsyad mengatakan selain ratusan rumah banjir juga merendam puluhan hektare sawah. Warga pun khawatir karena padi yang akan dipanen sebulan kemudian terancam akan gagal panen.
"Jika sampai gagal panen kami akan merugi puluhan juta. Kini sawah kami terendam air," ujar Arsyad menjelaskan kepada wartawan, Sabtu (7/7/2012).
Tak hanya itu, puluhan hektare tambak di dua desa tersebut ikut terendam sehingga warga memanfaatkan untuk menjaring ikan karena banyak tambak yang siap panen ikut terendam dan ikan yang ada didalamnya hanyut terbawa banjir.
Air setinggi lutut orang dewasa itu juga merendam jalan desa. Sehingga aktivitas petani yang akan berangkat ke sawah dengan menggunakan motor menjadi terganggu. Khawatir motornya rusak tergenang air, sejumlah pengendara harus mendorong motornya.
(azh)