Tewaskan 3 orang, pertambangan ditutup

Kamis, 31 Mei 2012 - 16:13 WIB
Tewaskan 3 orang, pertambangan...
Tewaskan 3 orang, pertambangan ditutup
A A A
Sindonews.com - Untuk menghentikan aktivitas penambangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menutup pertambangan galian C di Desa Angantika, Kecamatan Petang, Badung, Bali. Penutupan itu dilakukan pasca tewasnya tiga penambang akibat tertimbun longsor.

Bupati Badung Anak Agung Gde Agung langsung menutup lokasi pertambangan agar tidak ada aktivitas penambangan lagi.

Setelah mendengar tiga warganya tewas dan dua lainnya luka, Bupati Gde Agung langsung mengunjungi para korban tewas yang diketahui merupakan pemilik tanah dan kontraktor tambang.

Menurutnya, sebelum kejadian sebenarnya para penambang itu sudah lama diingatkan agar segera menghentikan penggalian karena lokasinya yang berbahaya dengan ketinggian hingga 30 meter.

"Sudah kami beri peringatan tiga kali namun tetap saja tidak diindahkan," kata Gde Agung ditemui usai menerima tim advokasi Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di ruang kerjanya, Kamis (31/5/2012).

Korban longsor diketahui bukan orang luar desa tersebut melainkan pemilik tanah dan yang mengontrak lahan tersebut. Bupati Gde Agung begitu melihat lokasi mengungkapkan kengeriannya. Bukit atau gunung-gunung seperti dikeruk sedemikian rupa sehingga sangat membahayakan keselamatan penambang.

"Mereka memang bengkung (bandel) karena sudah tiga kali diperingatkan tetap saja menambang. Ya kejadian seperti ini agar menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, jangan main-main lagi dengan alam," katanya.

Untuk itu, dia telah menginstruksikan agar lokasi penambangan ditutup sementara waktu. Pihaknya meminta pihak terkait segera mengevaluasi lokasi yang dijadikan penambangan warga dan perlu ditata kembali atau jika membahayakan agar tidak diizinkan lagi untuk aktivitas penambangan galian C.

Seperti diketahui tiga orang penambang galian C di Banjar Angantiga Kecamatan Petang Kabupaten Badung, Bali, tewas akibat tertimbun longsor pada Rabu petang 30 Mei 2012. Dalam insiden itu, dua orang yang sempat mengalami luka akibat tertimbun longsor tebing curam setinggi 30 meter.

Tiga korban tewas tertimbun longsor masing-masing Ni Ketut Sri Ayu Juniarti (32), I Nyoman Suparta (29), dan Ni Ketut Ari (27), semuanya asal Desa Angantiga. Ketiga jenazah saat ini disemayamkan di rumah duka menunggu prosesi upacara pengabenan.(azh)
()
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
21 menit yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
31 menit yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
1 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
1 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
3 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
3 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved