Kejari Bantaeng telusuri pembongkaran aset rumdis

Rabu, 23 Mei 2012 - 00:02 WIB
Kejari Bantaeng telusuri...
Kejari Bantaeng telusuri pembongkaran aset rumdis
A A A
Sindonews.com - Setelah Bupati Bantaeng dilaporkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD), Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng mulai menelusuri pendapatan dari hasil pembongkaran dua unit Rumah Dinas (Rumdis) dokter RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng.

Kepala Seksi Intelijen Andi Irfan Untung mengatakan, hingga saat ini memang belum ada kejelasan, mengenai dana dari hasil pembongkaran Rumdis tersebut. Jika materialnya dijual, maka harus ada pemasukan ke kas daerah. Pasalnya, Rumdis merupakan aset Negara.

“Sekarang kami sementara buat surat telahan. Mungkin dua hari lagi kami akan meminta keterangan pihak aset daerah,” ungkap Irfan menjelaskan kepada wartawan, Selasa (22/5/2012).

Apalagi, laporan dua legislator tersebut sudah diserahkan ke Kajari Bantaeng Handoko Setyawan, untuk dimintai petunjuk. Sementara itu, Handoko mengatakan bahwa pihaknya akan meneruskan laporan tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman, dengan melihat payung hukum dari laporan tersebut,” jelas Handoko.

Menurutnya, dalam notulen hasil rapat dengar pendapat yang dilampirkan dalam laporan itu, pihak eksekutif dan legislatif sama-sama memiliki landasan aturan. Pihak eksekutif mengklaim jika pembongkaran itu tidak perlu persetujuan DPRD berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 38/ 2008. Sementara dari pihak legislatif mengklaim jika eksekutif telah melanggar Permendagri No 17/2007 karena telah melakukan penghapusan aset tanpa persetujuan DPRD terlebih dahulu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Bantaeng, Afris mengatakan sejauh ini pihaknya belum menerima laporan apakah penghapusan aset dua Rumdis dokter itu dilakukan dengan menjual materialnya atau tidak.

Sekedar diketahui, dua legislator Anas Hasan dan Nurdin Halim, melaporkan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, atas pembongkaran Rumdis yang tidak melalui pesetujuan DPRD. Keduanya menilai, pembongkaran tersebut diduga merugikan Negara sekitar Rp1 miliar.

Pembongkaran Rumdis tersebut sebelumnya sempat diprotes oleh DPRD, karena kesepakatan awal, pembongkaran dapat dilakukan, setelah berdirinya RS bertaraf internasional, yang digunakan sebagai jalan menuju RS tersebut.(azh)
()
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
2 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
3 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
4 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
5 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
5 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Aset dan Kekayaan...
Daftar Aset dan Kekayaan Organisasi Islam Muhammadiyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved