Jokowi: Pemimpin harus tahu masalah buruh
Minggu, 29 April 2012 - 21:12 WIB
Jokowi: Pemimpin harus tahu masalah buruh
A
A
A
Sindonews.com - Dari tahun ke tahun nasib buruh di Indonesia selalu jauh dari kata sejahtera. Tak jarang, buruh menggelar aksi unjuk rasa untuk memperjuangkan nasib mereka.
Menanggapi hal itu, salah seorang bakal calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku punya solusi untuk memperbaiki nasib buruh tersebut.
"Begini, saya harus tahu dulu secara detail apa persoalan mereka (Buruh). Saya kira hal itu (Kesejahteraan buruh) bisa diselesaikan kalau komunikasi atau dialog pendekatan kita baik. Jangan sampai pemimpin itu sok tahu, membuat kebijakan ternyata keliru," ujar Jokowi di acara dialog dengan simpatisannya di auditorium perpustakaan nasional (Perpusnas) Salemba, Jakarta, Minggu (29/4/2012).
Lebih lanjut ia menuturkan, sebelum membuat kebijakan, seharusnya seorang pemimpin meski mengetahui permasalahan buruh. Oleh karena itu, tuturnya, seorang pemimpin negeri ini harus sama suara dengan para buruh, agar bisa mensejahterakan buruh atau rakyatnya.
"Bicaralah dulu dengan mereka (buruh), problem dan masalahnya apa, baru membahas desain kebijakan. Saya enggak mau janji tinggi, janji muluk-muluk, nanti ternyata saya ajak ke Utara, mereka (rakyat) maunya ke Selatan, nanti keliru. Saya enggak mau janji sebelum saya mengetahui detail masalahnya," pungkasnya.
Sekedar diketahui, sebentar lagi buruh akan tumpah di Jakarta untuk memperingati hari buruh sedunia yang jatuh pada 1 May mendatang. Seperti di tahun-tahun sebelumnya, buruh pun akan menyuarakan aspirasinya tentang permasalahan yang dialami selama ini, terutama kesejahteraan.
Menanggapi hal itu, salah seorang bakal calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku punya solusi untuk memperbaiki nasib buruh tersebut.
"Begini, saya harus tahu dulu secara detail apa persoalan mereka (Buruh). Saya kira hal itu (Kesejahteraan buruh) bisa diselesaikan kalau komunikasi atau dialog pendekatan kita baik. Jangan sampai pemimpin itu sok tahu, membuat kebijakan ternyata keliru," ujar Jokowi di acara dialog dengan simpatisannya di auditorium perpustakaan nasional (Perpusnas) Salemba, Jakarta, Minggu (29/4/2012).
Lebih lanjut ia menuturkan, sebelum membuat kebijakan, seharusnya seorang pemimpin meski mengetahui permasalahan buruh. Oleh karena itu, tuturnya, seorang pemimpin negeri ini harus sama suara dengan para buruh, agar bisa mensejahterakan buruh atau rakyatnya.
"Bicaralah dulu dengan mereka (buruh), problem dan masalahnya apa, baru membahas desain kebijakan. Saya enggak mau janji tinggi, janji muluk-muluk, nanti ternyata saya ajak ke Utara, mereka (rakyat) maunya ke Selatan, nanti keliru. Saya enggak mau janji sebelum saya mengetahui detail masalahnya," pungkasnya.
Sekedar diketahui, sebentar lagi buruh akan tumpah di Jakarta untuk memperingati hari buruh sedunia yang jatuh pada 1 May mendatang. Seperti di tahun-tahun sebelumnya, buruh pun akan menyuarakan aspirasinya tentang permasalahan yang dialami selama ini, terutama kesejahteraan.
()