Mahasiswa tewas diduga karena OD
Senin, 23 April 2012 - 08:15 WIB
Mahasiswa tewas diduga karena OD
A
A
A
Sindonews.com - Seorang mahasiswa, Hidayat Juliansyah,21, warga Lingkis, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit (RS) Myrya sekitar pukul 03.30 WIB kemarin.
Diduga penyebab tewasnya mahasiswa salah satu perguruan tinggi penerbangan di kawasan Talang Betutu,karena over dosis (OD) minuman keras (miras). Hal ini diperkuat dari hasil visum dokter forensik Rumah Sakit dr Mohammad Hoesin Palembang. Dokter Forensik kamar mayat RSMH Palembang Indra mengatakan, saat dibawa ke RSMH Palembang, mulut Hidayat mengeluarkan buih atau berbusa.
”Penyebab keluarnya buih itu bisa disebabkan kekurangan oksigen.Penyebab lain bisa karena OD, karena kebanyakan mengonsumsi minuman keras atau zat berbahaya lain. Namun yang jelas di seluruh sekujur tubuhnya tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan seperti luka karena benda tumpul atau tajam,” jelasnya.
Sekitar pukul 05.30 WIB jenazah Hidayat dibawa keluarga besarnya ke rumah duka di Jejawi, OKI. Hidayat dibawa dengan menggunakan ambulans milik RSMH Palembang. ”Sudah diambil cepat sama keluarganya tadi pagi,”ungkap Pulung, petugas kamar mayat RSMH Palembang. Informasi yang dihimpun SINDO,Sabtu (21/4) malam Hidayat bersama beberapa temannya mengunjungi salah satu kafe di kawasan eks Kampung Baru, Teratai Putih Palembang.
Di kafe tersebut dia dan teman-temannya mengonsumi miras. Sebelum asik minum miras bersama teman-temannya, Sabtu (21/4) sekitar pukul 23.00 WIB, ayah Hidayat sempat menelepon, meminta agar segera pulang ke rumah. Namun, Hidayat tak langsung mengikuti perintah ayahnya. Dia malah asyik mengonsumsi miras.Diduga terlalu banyak menenggak miras, beberapa saat kemudian Hidayat jatuh dan dari mulutnya keluar busa. Teman-temannya lalu membawa Hidayat ke RS Myrya.
Namun nyawa korban tidak dapat tertolong lagi. Dikarenakan penyebab kematian korban masih kabur, atas saran aparat Polsekta Sukarami Palembang jenazah korban harus divisum di kamar mayat RSMH Palembang. Kapolsekta Sukarami Palembang Kompol Trie Aprianto melalui Kanit Reskrim, Iptu Hanys Pamungkas Subandrio membenarkan adanya peristiwa tersebut.
”Jenazahnya sudah diambil pihak keluarga.Kita masih terus mengumpuli keterangan dari para saksi atau teman korban, guna mencari tahu penyebab kematiankorban.Apakahbenar murni OD karena miras di tempat kejadian peristiwa (TKP) atau lainnya. Masih kita dalami lebih lanjut,”tegas Hanys. Di bagian lain, sejumlah mahasiswa terjaring razia kesusilaan yang digelar aparat Polsek Seberang Ulu II, Sabtu (22/4) malam.
Mereka terjaring saat menginap di Hotel Mataram Jalan A Yani. Adapun mereka yang kedapatan berbuat mesum itu yakni, Pr,22, dan Eko,25; Tara,18, bersama Dodi,25; dan Az,21, bersama Abdul,27.Lalu An,19, yang berpasangan dengan Randi,27; pasangan An,22,dan Ar,25; pasangan Fit,22, dan Ar,27,Fn,22,dengan Al,25,. Serta pasangan Ver,22-Fl,25, pasangan Hn,16, - SH,27; dan pasangan St,29 dan Sr,30.
“ Bagi mereka yang tercatat mahasiswa dan pelajar, kita akan panggil orang tuanya untuk menjemputnya selian kita juga memberikan pengarahan,” kata Kanit Reskrim Polsek SU II Ipda Tarmizi. (wbs)
Diduga penyebab tewasnya mahasiswa salah satu perguruan tinggi penerbangan di kawasan Talang Betutu,karena over dosis (OD) minuman keras (miras). Hal ini diperkuat dari hasil visum dokter forensik Rumah Sakit dr Mohammad Hoesin Palembang. Dokter Forensik kamar mayat RSMH Palembang Indra mengatakan, saat dibawa ke RSMH Palembang, mulut Hidayat mengeluarkan buih atau berbusa.
”Penyebab keluarnya buih itu bisa disebabkan kekurangan oksigen.Penyebab lain bisa karena OD, karena kebanyakan mengonsumsi minuman keras atau zat berbahaya lain. Namun yang jelas di seluruh sekujur tubuhnya tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan seperti luka karena benda tumpul atau tajam,” jelasnya.
Sekitar pukul 05.30 WIB jenazah Hidayat dibawa keluarga besarnya ke rumah duka di Jejawi, OKI. Hidayat dibawa dengan menggunakan ambulans milik RSMH Palembang. ”Sudah diambil cepat sama keluarganya tadi pagi,”ungkap Pulung, petugas kamar mayat RSMH Palembang. Informasi yang dihimpun SINDO,Sabtu (21/4) malam Hidayat bersama beberapa temannya mengunjungi salah satu kafe di kawasan eks Kampung Baru, Teratai Putih Palembang.
Di kafe tersebut dia dan teman-temannya mengonsumi miras. Sebelum asik minum miras bersama teman-temannya, Sabtu (21/4) sekitar pukul 23.00 WIB, ayah Hidayat sempat menelepon, meminta agar segera pulang ke rumah. Namun, Hidayat tak langsung mengikuti perintah ayahnya. Dia malah asyik mengonsumsi miras.Diduga terlalu banyak menenggak miras, beberapa saat kemudian Hidayat jatuh dan dari mulutnya keluar busa. Teman-temannya lalu membawa Hidayat ke RS Myrya.
Namun nyawa korban tidak dapat tertolong lagi. Dikarenakan penyebab kematian korban masih kabur, atas saran aparat Polsekta Sukarami Palembang jenazah korban harus divisum di kamar mayat RSMH Palembang. Kapolsekta Sukarami Palembang Kompol Trie Aprianto melalui Kanit Reskrim, Iptu Hanys Pamungkas Subandrio membenarkan adanya peristiwa tersebut.
”Jenazahnya sudah diambil pihak keluarga.Kita masih terus mengumpuli keterangan dari para saksi atau teman korban, guna mencari tahu penyebab kematiankorban.Apakahbenar murni OD karena miras di tempat kejadian peristiwa (TKP) atau lainnya. Masih kita dalami lebih lanjut,”tegas Hanys. Di bagian lain, sejumlah mahasiswa terjaring razia kesusilaan yang digelar aparat Polsek Seberang Ulu II, Sabtu (22/4) malam.
Mereka terjaring saat menginap di Hotel Mataram Jalan A Yani. Adapun mereka yang kedapatan berbuat mesum itu yakni, Pr,22, dan Eko,25; Tara,18, bersama Dodi,25; dan Az,21, bersama Abdul,27.Lalu An,19, yang berpasangan dengan Randi,27; pasangan An,22,dan Ar,25; pasangan Fit,22, dan Ar,27,Fn,22,dengan Al,25,. Serta pasangan Ver,22-Fl,25, pasangan Hn,16, - SH,27; dan pasangan St,29 dan Sr,30.
“ Bagi mereka yang tercatat mahasiswa dan pelajar, kita akan panggil orang tuanya untuk menjemputnya selian kita juga memberikan pengarahan,” kata Kanit Reskrim Polsek SU II Ipda Tarmizi. (wbs)
()