KPU DKI larang konvoi saat kampanye

Jum'at, 20 April 2012 - 15:58 WIB
KPU DKI larang konvoi...
KPU DKI larang konvoi saat kampanye
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta melarang pendukung calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta melakukan arak-arakan saat masa kampanye nantinya.

"Tak ada arak-arakan. Itu dilarang. Memang metodenya tak ada arak-arakan,"ujar Ketua KPU DKI Jakarta, Dahliah Umar kepada wartawan dikantornya, jalan Budi Kemulyaan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (20/4/2012).

Dikatakannya, para cagub dan cwagub DKI Jakarta hanya diperbolehlan menggelar pertemuan. "Nah, ketika menuju suatu tempat pertemuan cagub itu juga dilarang konvoi,"tutur wanita kelahiran Jakarta 1 Oktober 1976 itu.

Karena, kata dia, biasanya kendaraan yang konvoi atau berjalan secara bersamaan akan memacetkan arus lalu lintas. "Kalau konvoi kan, laju kendaraan diperlambat, sehingga mengganggu arus lalu lintas,"ucap mantan ketua Korps wanita Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu.

Sampai saat ini jadwal kampanye cagub belum ditentukan. Hal itu dikarenakan pihak KPU DKI Jakarta baru akan mengumumkan pasangan calon yang memenuhi persyaratan pada 10-11 Mwi mendatang. Sedangkan masa kampanye akan dimulai dari 24 Juni sampai 7 Juli mendatang. (wbs)
()
Berita Terkini
Densus 88 Antiteror:...
Densus 88 Antiteror: Bom Rakitan di MAN 3 Padang Berdaya Ledak Rendah
36 menit yang lalu
Pemkot Tangsel Perkuat...
Pemkot Tangsel Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak untuk Cegah Stunting
43 menit yang lalu
Nurdiansyah Ungkap Dinamika...
Nurdiansyah Ungkap Dinamika Menjelang Musda Demokrat Aceh
57 menit yang lalu
Proyek Perpanjangan...
Proyek Perpanjangan 3 Peron Rampung, Stasiun Bogor Kini Bisa Layani 12 Rangkaian Kereta
2 jam yang lalu
Minta Polri Tingkatkan...
Minta Polri Tingkatkan Pencegahan Serangan Bom Rakitan, Sahroni: Semua Pihak Harus Bertanggung Jawab!
2 jam yang lalu
Kaposwil Satgas PRR...
Kaposwil Satgas PRR Aceh Minta BPBD Percepat Pembangunan Huntap
2 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved