Belasan siswa kerjakan soal foto copyan
Senin, 16 April 2012 - 22:14 WIB
Belasan siswa kerjakan soal foto copyan
A
A
A
Sindonews.com - Pelaksanaan ujian nasional (UN) di Kota Blitar diwarnai insiden kekurangan soal. Sebanyak 15 peserta di SMK Negeri 2 Kota Blitar tidak mendapatkan soal ujian Bahasa Indonesia yang seharusnya mereka kerjakan pada hari pertama ini.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihak sekolah dengan sepengetahuan dinas pendidikan dan petugas kepolisian, terpaksa melakukan penggandaan (foto copy) soal.
“Dan selama proses penggandaan tersebut siswa yang bersangkutan diminta untuk sabar menunggu, “ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar Santoso kepada wartawan. Kekurangan soal diluar kemampuan dinas pendidikan.
Sebab, selain dicetak dan dikirimkan dari pemerintah propinsi, kata Santoso soal yang datang ke daerah dalam kondisi tersegel rapi. “Karenanya, kita tidak tahu kalau jumlahnya ternyata kurang. Semua diketahui ketika soal mulai dibagikan, “terangnya.
Untuk kegiatan penggandaan tersebut (soal), petugas pengawas UN mendapat kawalan ketat anggota kepolisian. Santoso berani memastikan jika dalam aktivitas tersebut (foto copy) dijamin tidak ada soal yang bocor. “Kita melakukan semua itu dengan penjagaan yang ketat, “tegasnya.
Seperti diketahui, jumlah peserta UN di Kota Blitar sebanyak 1.980 pelajar SMA, dan 1.560 pelajar SMK. Sekedar mengingatkan, kekurangan soal itu bukan pertama kalinya terjadi. Pada tahun 2011 lalu, sejumnlah peserta UN juga pernah kekurangan soal dan terpaksa mengerjakan soal foto copyan.
Sementara pada saat yang bersamaan Forum Komunikasi Peduli Pendidikan (FKPP) Kota Blitar menemukan bocoran kunci jawaban yang beredar melalui pesan pendek (SMS). Menurut keterangan Ketua FKPP Djodiono kunci jawaban tersebut diduga berasal dari sebuah lembaga bimbingan belajar asal Surabaya. “Sms gelap berisi kunci jawaban itu telah beredar di siswa SMA dan SMK, “ujarnya.
Terlepas dari benar tidaknya jawaban tersebut, Djodiono mendesak aparat berwenang untuk turun tangan mengatasi permasalahan tersebut. Sebab, jawaban yang dipastikan palsu tersebut secara tidak langsung mengacaukan konsentrasi peserta. “Ini tidak bisa dibiarkan. Sebab tahun lalu juga terjadi seperti ini, “pungkasnya.
Sementara itu pelaksanaan UN di Kabupaten Blitar relative berjalan lebih lancar. Menurut keterangan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar Ahmad Tamim, pihaknya tidak menemukan adanya kecurangan termasuk kabar beredarnya sms berisi kunci jawaban. “Semua peserta bisa mengerjakan soal sesuai dengan ketentuan tekhnis yang ada, “ujarnya.
Seperti diketahui, jumlah peserta UN Kabupaten Blitar mencapai 6.718 siswa. Peserta ini terbagi dari 2.067 siswa SMA, 1.485 siswa Madrasah Aliyah (MA), 3.163 dari SMK dan tiga siswa dari SMA Luar Biasa. (wbs)
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihak sekolah dengan sepengetahuan dinas pendidikan dan petugas kepolisian, terpaksa melakukan penggandaan (foto copy) soal.
“Dan selama proses penggandaan tersebut siswa yang bersangkutan diminta untuk sabar menunggu, “ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar Santoso kepada wartawan. Kekurangan soal diluar kemampuan dinas pendidikan.
Sebab, selain dicetak dan dikirimkan dari pemerintah propinsi, kata Santoso soal yang datang ke daerah dalam kondisi tersegel rapi. “Karenanya, kita tidak tahu kalau jumlahnya ternyata kurang. Semua diketahui ketika soal mulai dibagikan, “terangnya.
Untuk kegiatan penggandaan tersebut (soal), petugas pengawas UN mendapat kawalan ketat anggota kepolisian. Santoso berani memastikan jika dalam aktivitas tersebut (foto copy) dijamin tidak ada soal yang bocor. “Kita melakukan semua itu dengan penjagaan yang ketat, “tegasnya.
Seperti diketahui, jumlah peserta UN di Kota Blitar sebanyak 1.980 pelajar SMA, dan 1.560 pelajar SMK. Sekedar mengingatkan, kekurangan soal itu bukan pertama kalinya terjadi. Pada tahun 2011 lalu, sejumnlah peserta UN juga pernah kekurangan soal dan terpaksa mengerjakan soal foto copyan.
Sementara pada saat yang bersamaan Forum Komunikasi Peduli Pendidikan (FKPP) Kota Blitar menemukan bocoran kunci jawaban yang beredar melalui pesan pendek (SMS). Menurut keterangan Ketua FKPP Djodiono kunci jawaban tersebut diduga berasal dari sebuah lembaga bimbingan belajar asal Surabaya. “Sms gelap berisi kunci jawaban itu telah beredar di siswa SMA dan SMK, “ujarnya.
Terlepas dari benar tidaknya jawaban tersebut, Djodiono mendesak aparat berwenang untuk turun tangan mengatasi permasalahan tersebut. Sebab, jawaban yang dipastikan palsu tersebut secara tidak langsung mengacaukan konsentrasi peserta. “Ini tidak bisa dibiarkan. Sebab tahun lalu juga terjadi seperti ini, “pungkasnya.
Sementara itu pelaksanaan UN di Kabupaten Blitar relative berjalan lebih lancar. Menurut keterangan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar Ahmad Tamim, pihaknya tidak menemukan adanya kecurangan termasuk kabar beredarnya sms berisi kunci jawaban. “Semua peserta bisa mengerjakan soal sesuai dengan ketentuan tekhnis yang ada, “ujarnya.
Seperti diketahui, jumlah peserta UN Kabupaten Blitar mencapai 6.718 siswa. Peserta ini terbagi dari 2.067 siswa SMA, 1.485 siswa Madrasah Aliyah (MA), 3.163 dari SMK dan tiga siswa dari SMA Luar Biasa. (wbs)
()