Amunisi tak lengkap, Polres Tulungagung tarik 11 senpi

Minggu, 15 April 2012 - 22:27 WIB
Amunisi tak lengkap,...
Amunisi tak lengkap, Polres Tulungagung tarik 11 senpi
A A A
Sindonews.com - Kepolisian Resor Tulungagung menarik sebelas pucuk senjata api (senpi) dari tangan anggota polisi. Sebab, dalam pemeriksaan kepemilikan senpi, kesebelas orang anggota tersebut tidak mampu menunjukkan jumlah amunisi (peluru) secara lengkap.

“Sebagai ketentuannya kesebelas orang anggota ini akan diminta membuat berita acara terkait kekuranglengkapan amunisi yang dibawanya,“ ujar Wakapolres Tulungagung Komisaris Polisi Wiyogo Pamungkas menjelaskan, Minggu (15/4/2012).

Selain pemeriksaan rutin, cek senpi terhadap 85 anggota sebagai antisipasi peristiwa penembakan oknum polisi yang terjadi di Kabupaten Magetan. Jangan sampai insiden memalukan tersebut terjadi di wilayah hukum Tulungagung.

Cek fisik sendiri dilakukan pada senpi laras pendek (pistol) jenis SNW, Revolver dan Detektif. Sejumlah petugas yang ditunjuk mengecek ulang apakah senpi tersebut masih layak digunakan atau tidak.

Kemudian juga memastikan dokumen yang ada. Apakah telah teregistrasi dengan baik atau tidak. Sebab, berdasarkan ketentuannya, pembaruan izin kelayakan memegang senpi berlangsung rutin setiap enam bulan sekali.

“Izin ini meliputi tes kejiwaan dan latihan menembak. Jika memang dalam perkembangannya terjadi hal-hal yang tidak layak, senpi bisa ditarik dari petugas yang memegangnya. Jangan sampai terjadi peristiwa seperti yang ada di Magetan,“ terangnya.

Setiap petugas, baik yang berasal dari kesatuan Lalu Lintas, Reskrim, Intelijen, Reskoba dan beberapa perwira di Samapta mendapat jatah sepuluh butir amunisi. Secara periodik, jumlah peluru tersebut wajib dilaporkan.

Karenanya, terang Wiyogo, ketika mendapati sebelas anggota tidak mampu menunjukkan jumlah amunisi secara lengkap, pihaknya langsung memerintahkan petugas Provost untuk mengamankan (senpi) sementara.

Sebab, dalam pemeriksaan, sebelas orang petugas dengan pangkat varian tersebut hanya mampu memperlihatkan enam butir peluru yang berada di dalam silinder senpi yang dibawanya. “Kita masih menunggu kepastian dimana amunisi lainya tersebut,“ jelasnya.

Lebih jauh Wiyogo memaparkan, senpi bagi petugas kepolisian ibarat istri pertama. Kemana-mana wajib dibawa. Tidak perduli dimana berada. Dalam posisi tidur atau di tempat hiburan harus senantiasa di dekatnya.

Namun, kewajiban tersebut tidak berlaku jika petugas yang bersangkutan dalam situasi cuti atau menjalani pendidikan. “Intinya senpi harus selalu mengikuti selama bertugas. Di luar itu (tugas) tidak wajib memegangnya,“ pungkasnya.

Seperti diketahui, pemeriksaan senpi ini berlangsung terbuka di ruang operasional Polres Tulungagung. Karena jumlah pemegang senpi jauh lebih kecil dibanding jumlah anggota Polres yang mencapai 600 personel, kegiatan tersebut tidak terlalu menarik perhatian.

“Bagi kami, cek senpi ini sebagai hal yang biasa dilakukan. Sejauh ini tidak ada permasalahan yang serius,“ ujar salah seorang anggota polisi yang enggan disebut namanya.(azh)
()
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
3 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
3 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
5 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
5 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
7 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved