Gempa Sumatera, PM Inggris bersimpati

Rabu, 11 April 2012 - 17:38 WIB
Gempa Sumatera, PM Inggris...
Gempa Sumatera, PM Inggris bersimpati
A A A
Sindonews.com - Perdana Menteri Inggris David Cameron juga menyampaikan keprihatinannya atas kejadian gempa melanda Sumatera dan sekitarnya, terutama Provinsi Aceh.

"Saya sangat bersimpati dengan kejadian gempa bumi yang terjadi di wilayah Aceh. Kami akan selalu bersama dengan pemerintah RI dalam situasi seperti ini," ujar David Cameron saat menggelar jumpa pers bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/4/2012).

David juga berjanji akan memberi bantuan kepada korban gempa. "Kami konsen soal gempa di region Asia. Kami siap memberikan bantuan," tambahnya.

SBY sebelumnya juga telah menyatakan, segala sesuatu telah dalam pengelolaan yang baik. Menurutnya, sejauh ini tidak ada ancaman tsunami, meski semua tetap siaga. "Tidak ada korban jiwa sejauh ini," ujar SBY.

SBY juga mengaku telah meminta semua pihak terkait untuk terus memantau gempa.
"Saya sudah perintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berangkat ke Aceh untuk memantau dan memastikan situasi benar-benar under control dan mengambil tindakan apabila diperlukan," tandasnya.(lin)
()
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
1 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
2 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
3 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
4 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
4 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
4 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved