Calon independen belum lengkapi persyaratan

Selasa, 03 April 2012 - 10:11 WIB
Calon independen belum...
Calon independen belum lengkapi persyaratan
A A A
Sindonews.com - Dua pasangan calon gubernur (cagub) DKI Jakarta dari jalur independen yakni Faisal Basri-Biem Benjamin dan Hendardji Soepandji- A Riza Patria,belum melengkapi persyaratan.

KPU DKI Jakarta memberi tenggat kepada dua pasangan calon tersebut hingga minggu ini. Anggota KPU DKI Jakarta Bidang Pokja Pencalonan Jamaludin F Hasyim mengatakan, minggu ini mulai Senin (2/4) hingga Senin depan (9/4) merupakan tahap verifikasi untuk pasangan cagub dan cawagub independen. Verifikasi ini terhadap penambahan suara dukungan yang kurang.

Pada pertengahan bulan lalu, KPU DKI Jakarta menyatakan pasangan Faisal-Biem mengalamikekurangan190.756 surat dukungan, sedangkan pasangan Hendardji-Riza Patria mengalami kekurangan sebanyak 14.839 dukungan. Kedua pasangan ini hanya diperbolehkan untuk menambahkan data dua kali lipat dari jumlah kekurangan untuk memenuhi persyaratan agar dapat dipastikan sebagai calon resmi.

Dalam persyaratannya, calon independen harus memiliki dukungan dari warga minimal sebanyak 407.340 jiwa atau minimal 4% dari total penduduk DKI Jakarta. "Syarat ini harus dipenuhi para calon. Jika tidak maka usaha mereka untuk bisa menjadi calon bisa gugur," ungkap Jamaludin kemarin.

Sementara itu, Faisal Basri mengatakan untuk penambahan suara dukungan yang kurang seperti hasil verifikasi KPU bulan lalu itu,dia telah memiliki suara tambahan sebanyak 300.000 lebih. Semua itu akan diserahkan pada Kamis (5/4) mendatang. "Saya akan serahkan Kamis ini," ungkap Faisal.

Pihaknya optimistis bisa lolos dari persyaratan yang ditentukan. Dia mengklaim semua fotokopi KTP baru itu merupakan KTP terbaik dan tidak diragukan lagi kesahihan datanya. Begitu juga dengan Hendardji. Dia mengklaim telah memiliki fotokopi cadangan sebanyak 30.000. Sementara itu, batas maksimal suara tambahan untuk dia hanya sekitar 29.678 orang. "Kami sudah menyiapkan fotokopi KTP cadangan," ungkapnya.

Di bagian lain, cagub PDI Perjuangan dan Partai Gerindra Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kuliah umum di Ruang Terapung Perpustakaan Universitas Indonesia (UI) Depok, kemarin.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengatakan dalam memimpin sebuah kota yang pertama harus dilakukan adalah membentuk sistem. Dengan adanya sistem yang baik,secara otomatis anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan baik. "Kalau sistemnya tidak baik, anggaran yang ada bisa terbuang percuma," kata Jokowi.

Salah satu cara Jokowi menerapkan sistem dalam kepemimpinannya adalah dengan memberikan perhatian di bidang kesehatan pada warga Solo. Selain itu, pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) di Solo juga hanya satu jam.

Dalam bidang pendidikan, Jokowi juga menerapkan sistem kartu bertingkat yaitu silver, gold dan platinum. "Semua diterapkan dengan sistem yang baik. Anggaran yang ada bisa dimanfaatkan dengan maksimal," ungkapnya. (san)
()
Berita Terkini
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
19 menit yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
45 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
54 menit yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
4 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
6 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved