Khawatir kasus Sodong terulang

Rabu, 28 Maret 2012 - 08:41 WIB
Khawatir kasus Sodong...
Khawatir kasus Sodong terulang
A A A
Sindonews.com – Ratusan massa dari Desa Sinar Harapan,Kecamatan Tungkal Jaya, Muba, yang diwadahi tiga organisasi,yakni Serikat Hijau Indonesia (SHI), Mahasiswa Hijau Indonesia (MHI), dan Walhi Sumsel, berunjuk rasa ke Kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Muba kemarin.

Massa mendesak tanah mereka yang dikelola perkebunan kelapa sawit dan karet segera dikembalikan. Jika tidak, mereka khawatir kasus Sodong akan terulang di Muba. Massa yang datang menggunakan enam truk ini terus berorasi sambil membentangkan spanduk. Dalam orasinya, Direktur Walhi Sumsel Anwar Sadat mengatakan, Pemkab diminta turut menyelesaikan permasalahan warga.

Aksi unjuk rasa ini merupakan yang pertama kali. Dua bulan sebelumnya, mereka sudah melayangkan surat kepada Pemkab Muba untuk minta kasus ini segera diselesaikan. Namun,hingga kini tak kunjung ada tanggapan. “Sekitar tiga ribu warga di desa tersebut, yang mata pencahariannya adalah petani,mencari makan dari tanah seluas 2 hektare per kepala keluarga (KK),” ujar Anwar.

Selama ini, lahan yang diklaim pihak perusahaan dijaga oknum anggota Brimobda Sumsel. Bahkan, beberapa warga sempat diusir dan ditangkap saat mengolah lahan sendiri. Permasalahan lain, terjadi kepemilikan ganda sertifikat lahan di wilayah ini antara warga dan perusahaan. Kondisi ini membuat warga menjadi bingung.

Masalah ini juga yang menjadi permasalahan warga di lapangan atas klaim kepemilikan lahan tersebut. ”Kalau ini dibiarkan, bisa seperti Sodong kedua,”kata koordinator aksi Dedek Chaniago. Diancam akan terulangnya kasus Sodong II, Plt Sekda Muba Yuliansyah sempat naik pitam. Pernyataan tersebut langsung dicatat pihak Polres Muba atas perintah Sekda. ”Polres, catat pernyataan tersebut bahwa akan ada aksi Sodong II,” ujar Sekda dengan nada tinggi.

Pertemuan perwakilan warga Desa Sinar Harapan, Kecamatan Tungkal Jaya, ini berjalan alot. Satu per satu perwakilan memberikan pernyataan terkait perampasan lahan dari dua perusahaan. Pertemuan sedikit mencair setelah salah seorang perwakilan berjanji tidak akan anarkis. ”Kami takutnya, kalau tidak ada penyelesaiannya,warga akan bertindak anarkistis. Itu yang kami takutkan. Jadi, kalau bisa, cepat diselesaikan terkait perampasan lahan yang menjadi hak kami,” ujar perwakilan tersebut. (wbs)

()
Berita Terkini
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
1 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
7 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
8 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
8 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
8 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
8 jam yang lalu
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved