Sarana tanggap darurat Merapi diresmikan

Senin, 26 Maret 2012 - 20:13 WIB
Sarana tanggap darurat...
Sarana tanggap darurat Merapi diresmikan
A A A
Sindonews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmikan infrastruktur tanggap darurat lahar dingin Gunung Merapi.

Kepala BNPB, Syamsul Maarif dan Menteri PU Djoko Kirmanto meresmikan berbagai sarana dan prasarana infrastruktur tanggap darurat lahar dingin yang dipusatkan di jembatan gantung Kali Srowol Magelang Jawa Tengah.

Pembangunan infrastruktur bidang sumber daya air, bina marga dan keciptakaryaan dibangun sejak Maret 2011 hingga sekarang di Kabupaten Sleman, Kulon Progo, Magelang, Boyolali dan Klaten.

"Dengan peresmian infrastruktur tersebut diharapkan perekonomian masyarakat pulih dan lebih baik,"kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya, Senin (26/3).

Pembangunan infrastruktur ini, lanjut Sutopo untuk transportasi juga untuk jalur evakuasi saat terjadi bencana dari aktivitas Merapi. "Masyarakat dihimbau untuk ikut memelihara semua bangunan tersebut," ujarnya di sela peresmian, Senin (26/3/2012).

Sutopo menjelaskan pembangunan infrastruktur tersebut menghabiskan dana Rp 511,7 miliar. Dana itu berasal dari dana siap pakai BNPB yang diserahkan ke Kementerian PU.

"Dari total dana tersebut Rp211 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi sabo, dan normalisasi sungai. Rp262,3 miliar untuk pembangunan jembatan, perbaikan jembatan dan jalan. Rp38,4 miliar untuk penyelesaian dua unit pengolah air minum, lima sumur bor dalam, dan lima jembatan desa. Konstruksi bangunan jembatan tahan terhadap terjangan lahar dingin,"paparnya.

Salah satu jembatan yang dibangun adalah jembatan Pabelan Lama yang merupakan jalan nasional ruas Yogyakarta-Magelang. Sebelumnya jembatan tersebut putus diterjang lahar dingin. Bentang jembatan 60 meter dan lebar jalur lalulintas 2x3,5 meter.

Sebelumnya infrastruktur tersebut hancur diterjang lahar dingin Merapi. Total infrastruktur yang diresmikan meliputi 25 jembatan, rehabilitasi dam, normalisasi sungai, perbaikan jembatan, dua unit pengolah air minum dan lima sumur bor dalam. Infrastruktur ini di luar dari rehabilitasi dan rekonstruksi erupsi Merapi tetapi hanya dampak dari lahar dingin Merapi.(azh)
()
Berita Terkini
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
1 jam yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
1 jam yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
2 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
5 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
6 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
8 jam yang lalu
Infografis
WHO Cabut Status Covid-19...
WHO Cabut Status Covid-19 sebagai Darurat Kesehatan Global
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved