Bunuh diri, auditor BPKP miliki masalah pribadi

Rabu, 29 Februari 2012 - 09:36 WIB
Bunuh diri, auditor...
Bunuh diri, auditor BPKP miliki masalah pribadi
A A A
Sindonews.com - Dede Purnama Cahya (31), auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), tewas bunuh diri dari lantai 12 kantor tempatnya bekerja di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, kemarin, sekira pukul 10.30 WIB.

Warga Jalan H Muchtar RT 6/11, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan ini ditemukan tewas dengan luka di bagian muka dan patah tulang di seluruh tubuhnya. Frans Tensio (40), saksi mata, menuturkan, sebelum kejadian korban berada di lantai 12 untuk merokok dan santai.

"Tadi sama saya di lantai 12 untuk merokok. Ya ngobrol seperti biasa saja, dan tidak ada tanda-tanda akan bunuh diri," kata Frans kemarin.

Sesaat kemudian Frans melihat korban berjalan ke arah jendela. Korban sempat ditegur, tapi tidak menjawab. "Saya sempat bertanya mau apa kamu? Namun, korban malah berdiri di atas besi dan kemudian melompat," tuturnya.

Suharto Handojo (50), mengaku sempat berbicara dengan korban sebelum melompat. "Sempat berbicara sebentar namun masalah pekerjaan saja,dan tidak ada tanda-tanda bahwa korban memiliki masalah," paparnya.

Suharto mengaku kenal korban dari olahraga tenis meja yang sering diadakan di BPKP. Kepala Bagian Humas BPKP Ratna Tianti mengatakan, korban merupakan pegawai di bagian auditor Deputi Pengawasan Bidang Perekonomian. Korban adalah PNS golongan IIIB.

"Korban adalah pegawai baru di sini. Sebelumnya bekerja di perwakilan DKI 2," tandasnya.

Selama ini, korban dikenal memiliki pribadi yang baik dan periang meskipun baru bergabung di BPKP. "Orangnya baik dan sopan, mudah bergaul dan di kalangan teman-temannya dia dikenal sosok yang periang," paparnya.

Ratna memperkirakan korban memiliki masalah pribadi, bukan karena pekerjaan. "Kemungkinan masalah pribadi yang membuatnya berani untuk bunuh diri. Karena di kalangan teman dia cukup tertutup untuk masalah pribadi," tambahnya.

Kapolsek Matraman Kompol Djoko Santoso mengatakan, korban murni bunuh diri. Menurut dia, lantai 12 kantor BPKP merupakan ruangan seperti aula yang di dalamnya digunakan untuk tempat tenis meja.

Selain itu, ruangan itu juga sering digunakan sebagai tempat merokok. Sejauh ini, polisi sudah memeriksa tiga saksi yang merupakan teman sekantor korban.

"Pemeriksaan saksi juga akan kita dalami mengingat korban sebelumnya duduk-duduk di lantai 12. Saksi ada tiga orang dan akan kita mintai keterangan seputar kronologi kejadian tersebut," tandasnya.

Untuk kepentingan autopsi, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Di bagian lain, Sugandi (27), warga Jalan Cipinang Cempedak IV RT 2/3 Nomor 12, Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, ditemukan tewas gantung diri dengan seutas tali tambang di kamarnya.

Korban pertama kali ditemukan oleh Mahmud (45), pukul 14.30 WIB. Saat itu, Mahmud yang tinggal berdampingan mendatangi rumah kontrakan korban. Mahmud terkejut ketika melihat korban gantung diri. Kemudian, Mahmud memanggil tetangga untuk memberitahukan kejadian itu.

Mahmud tidak menyangka korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Selama ini, korban dikenal pendiam dan sebulan terakhir jarang keluar rumah. "Pendiam anaknya, dia juga jarang ngomong sama tetangga," terangnya.

Rumana (43), ibu korban, menuturkan Sugandi merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Sejak lima tahun lalu, korban mengalami gangguan syaraf. Sejak menderita penyakit itu, Sugandi sering dibawa ke RSCM, namun tak kunjung sembuh.

"Kalau uangnya sudah tak ingat berapa habisnya. Kata dokter di RSCM kena syaraf mata, mereka bilang tabah saja, pasrah," kata Rumana di lokasi kejadian.

Dia mengungkapkan, sebulan terakhir korban sudah beberapa kali mencoba bunuh diri namun masih bisa digagalkan. Romadoni (22), teman korban, menuturkan, satu jam sebelum ditemukan gantung diri, Sugandi sempat ngobrol bersama teman-temannya di dekat rumah.

Dalam obrolan itu, Sugandi tak pernah bercerita hendak bunuh diri. "Enggak ada obrolan ke arah situ, biasa saja. Memang orangnya sedikit tertutup," kata Doni. (san)
()
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
1 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
1 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
1 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
2 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
4 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
5 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Komisi Eropa...
3 Alasan Komisi Eropa Dorong UE Miliki Blok Pertahanan Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved