TSK penyerangan di RSPAD jadi enam orang
Senin, 27 Februari 2012 - 15:36 WIB
TSK penyerangan di RSPAD jadi enam orang
A
A
A
Sindonews.com - Kasus penyerangan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) masih terus diselidiki. Setelah menahan lima orang tersangka (TSK), kini Polda Metro Jaya segera menetapkan satu orang lagi diduga kuat ikut terlibat dalam aksi menewaskan dua pelayat di rumah sakit itu.
"Kami sudah memeriksa 25 orang, lima di antaranya sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Tapi juga sedang mengidentifikasi satu orang lagi, inisial RP, dia juga diduga ikut dalam aksi itu, bukti-bukti mengarah pada dia," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (27/2/2012).
Sedangkan lima orang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka antara lain, Edward Tupessy alis Edo Kiting, Gretes alias Heri, Toni alis Ongen, Rens dan Abraham. Selama dalam penyidikan, para tersangka itu mengakui ikut menyerang terhadap dua pelayat di Rumah Duka RSPAD itu.
Saat ini kelima tersangka telah dimasukan ke dalam rumah tahanan Polres Jakarta Pusat.
"Dari hasil pemeriksaan oleh penyidik, kelima tersangka itu mengakui berperan dalam penyerangan itu, ada yang memukul dengan kayu, ada juga yang membacok dengan golok dan parang," jelas Rikwanto.
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan orang tiba-tiba menyerang orang yang tengah melayat di RSPAD. Dua orang Ricky Tutu Boy dan Stenly AY Wenno tewas karena luka bacokan.(lin)
"Kami sudah memeriksa 25 orang, lima di antaranya sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Tapi juga sedang mengidentifikasi satu orang lagi, inisial RP, dia juga diduga ikut dalam aksi itu, bukti-bukti mengarah pada dia," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (27/2/2012).
Sedangkan lima orang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka antara lain, Edward Tupessy alis Edo Kiting, Gretes alias Heri, Toni alis Ongen, Rens dan Abraham. Selama dalam penyidikan, para tersangka itu mengakui ikut menyerang terhadap dua pelayat di Rumah Duka RSPAD itu.
Saat ini kelima tersangka telah dimasukan ke dalam rumah tahanan Polres Jakarta Pusat.
"Dari hasil pemeriksaan oleh penyidik, kelima tersangka itu mengakui berperan dalam penyerangan itu, ada yang memukul dengan kayu, ada juga yang membacok dengan golok dan parang," jelas Rikwanto.
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan orang tiba-tiba menyerang orang yang tengah melayat di RSPAD. Dua orang Ricky Tutu Boy dan Stenly AY Wenno tewas karena luka bacokan.(lin)
()