Sebelum dibunuh, Ayung diculik?

Sabtu, 25 Februari 2012 - 16:57 WIB
Sebelum dibunuh, Ayung...
Sebelum dibunuh, Ayung diculik?
A A A
Sindonews.com - Sebelum dibunuh, bos PT Sanex Steel Tan Hary Tantono alias Ayung ternyata diculik. Keberadaan Ayung di Swiss Belhotel merupakan penculikan.

Salah seorang karyawan Ayung di PT Sanex Steel, Said Tet Lageni mengatakan, dirinya mengenal dengan baik Ayung.

"Saya kenal Ayung, bos saya dia itu," ujar Said mendatangi Mapolda metro jaya guna memenuhi panggilan penyidik Sabtu (25/2/2012).

Belakangan diketahui Said Kei adalah kaka dari Daud Kei, dimana kubu mereka adalah kelompok yang dipekerjakan Ayung sebagai karyawannya. Hal tersebut rupanya tidak begitu saja diterima John Kei dan kelompoknya, sehingga berujung pada rasa sakit hati John Kei kepada Ayung.

Hal tersebut membuat kelompok John Kei dan Kelompok Daud Kei berada pada posisi yang saling berseberangan.

Kecurigaan kemudian muncul dimana saat malam nahas tersebut Ayung datang sendiri tanpa pengawalan, sementara ada kolompok Kei lain yang bekerja mengawal keselamatannya.

Saat ditanyakan apakah mungkin keberadaan Ayung malam itu merupakan penculikan, Said mengiyakan hal tersebut. "Iya, Iya, iya," jawabnya singkat.(azh)
()
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
48 menit yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
1 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
1 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
2 jam yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
8 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
8 jam yang lalu
Infografis
14 Aktivis Asing yang...
14 Aktivis Asing yang Dibunuh Israel selama 20 Tahun Terakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved