Skenario evakuasi disiapkan

Rabu, 22 Februari 2012 - 08:31 WIB
Skenario evakuasi disiapkan
Skenario evakuasi disiapkan
A A A
Sindonews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya mengundang seluruh dinas, instansi, lembaga, dan unsur masyarakat untuk menyusun kontijensi bencana Gunung Galunggung selama tiga hari mulai 27-29 Februari di Hotel Mahkota Graha,Kota Tasikmalaya.

Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya Abdul Holik mengatakan, penyusunan rencana kontijensi itu meliputi pemetaan jalur evakuasi,pengungsian, zona bahaya, hingga infrastruktur lainnya. Dinas instansi yang mengikuti rencana penyusunan tersebut juga diminta memberikan data jumlah penduduk,desa, jaringan jalan, jembatan, stok logistik,sumber daya manusia, dan sebagainya.

“Penyusunan akan dilaksanakan selama tiga hari bersama dengan BPBD Jabar yang kemudian hasilnya akan disimulasikan, nanti juga melibatkan lima kecamatan yang masuk zona rawan atau 7 kilometer dari kawah Gunung Galunggung seperti Kecamatan Padakembang, Sukaratu, Leuwisari, Sariwangi, dan Cisayong. Sehingga pada saat terjadi bencana semua telah siap bergerak,termasuk warga sendiri telah siap untuk menyelamatkan diri,”papar Holik.

Hal ini juga dimaksudkan untuk menyegarkan kembali ingatan masyarakat terhadap bencana Gunung Galunggung 30 tahun silam yang meletus pada 1982 lalu. Kendati kondisi gunung saat ini masih berada pada level waspada dan hasil penelitian sampai saat ini tidak ada peningkatan yang berarti meskipun warna danau kawah belum berubah dan kegempaan terus terjadi.

Menyusul dihentikannya aktivitas penambangan pasir galian C di kaki Gunung Galunggung dan mengakibatkan hancurnya tanggul dan kantung lahar, Dinas Pertambangan dan Energi Pemkab Tasikmalaya kini kembali melakukan pendataan dan pengawasan secara ketat terhadap perusahaan penambangan.

Dari hasil pendataan, tercatat sembilan perusahaan yang melakukan aktivitas penambangan dengan empat perusahaan besar yang telah lama melakukan aktivitas penggalian.

“Mereka yang mengikuti aturan pemerintah dengan mengamankan tanggul serta kantung lahar akan tetap kami berikan kesempatan untuk melakukan aktivitasnya. Tetapi, mereka yang benar-benar telah mengakibatkan hancurnya tanggul serta kantung lahar akan kami hentikan,kendati hal ini juga berkaitan erat dengan masyarakat di mana lahan tanahnya sebagian besar milik masyarakat yang dijual kepada pengusaha penambangan pasir,” ujar Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemkab Tasikmalaya Misbah.

Selain kerusakan akibat aktivitas penambangan pasir galian C, di sepanjang jalur aliran lahar juga terdapat pemukiman warga yang dikhawatirkan akan tergerus aliran lahar jika Gunung Galunggung benar-benar meletus.

Warga di Desa Padakembang, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, juga mendesak agar pemerintah segera memperbaiki tanggul dan kantung lahar yang rusak.(lin)
()
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
56 menit yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
2 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
3 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
3 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
4 jam yang lalu
Infografis
8 Hal yang Harus Disiapkan...
8 Hal yang Harus Disiapkan di Kendaraan Sebelum Berangkat Mudik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved