Longsor terjang 38 rumah di Kutawaringin
Rabu, 15 Februari 2012 - 08:27 WIB
Longsor terjang 38 rumah di Kutawaringin
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 38 rumah warga di dua desa Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung rusak tergerus longsor akibat hujan deras disertai angin kencang sejak Senin (13/2) sore.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Marlan mengatakan, di Desa Sukamulya,Kecamatan Kutawaringin, ada 16 rumah rusak ringan dan tujuh rusak berat. Sementara Desa Kutawaringin, sebanyak 22 rumah rusak sedang dan ringan.
Rata-rata longsor di dua desa itu menutup jalan di 21 titik sepanjang sekitar 3 kilometer. Titik terparah ada di sembilan daerah yang harus ditangani dengan alat berat.
"Untuk sementara, penanganan korban longsor dilakukan bersama-sama masyarakat beserta aparat terkait dari kecamatan, koramil, dan Polsek Kutawaringin. Kami juga sudah koordinasi dengan Dinas PU Bina Marga untuk mengirimkan alat berat," ungkap Marlan kepada wartawan, kemarin.
Bukit di Desa Sukamulya mengalami longsor sekitar pukul 04.30 WIB dini hari kemarin. Akibatnya, 10 rumah yang dihuni 19 kepala keluarga (KK) atau 63 jiwa rusak tertimbun longsoran tanah.
"Titik longsor terberat terdapat di sembilan titik sepanjang 3 kilometer dari Kampung Bangsalbahe sampai Kampung Cikoneng," kata Camat Kutawaringin Yosep Nugraha kepada wartawan.
Di Kampung Randukurung, Desa dan Kecamatan Kutawaringin, sedikitnya tujuh rumah yang dihuni tujuh KK atau 15 jiwa tertimpa longsoran perbukitan sekitar pukul 19.00 WIB Senin malam. Ada 15 warga mengalami luka ringan karena tertimpa longsoran hingga mengalami lecet-lecet. Mereka dibantu tim medis dan mendapat perawatan dari puskesmas keliling.
Longsor juga menimpa 14 rumah warga lainnya yang dihuni 17 KK sebanyak 50 jiwa. Sebagian besar rumah mengalami rusak ringan dan berat. Selain menimpa rumah warga, longsor juga menimpa SDN Kutawaringin dan Masjid Nurul Huda. Warga setempat, Een (35), mengatakan bahwa longsor terjadi mulai pukul 23.00, Senin malam, setelah hujan deras sejak sore hari.
Sebelum kejadian, warga dikagetkan dengan suara ledakan dari salah satu rumah. "Ternyata itu pohon rambutan yang tumbang menimpa rumah. Kami langsung berhamburan keluar rumah dan lari menuju masjid. Setelah itu baru longsor terjadi," ungkap Een.
Kepala Desa Kutawaringin Ujang Suparno mengungkapkan, akibat kejadian tersebut, tujuh rumah warganya mengalami rusak berat dan sekitar 200 KK terancam longsor susulan jika terjadi lagi hujan deras. "Untuk itu, kami mengimbau warga selalu waspada. Sebab jika hujan turun lagi, tidak menutup kemungkinan longsor akan terjadi lagi," ucap Ujang.
Warga yang terkena longsor dan rumahnya jebol untuk sementara dievakuasi ke tetangga- tetangga terdekat yang selamat dari terjangan longsor. (san)
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Marlan mengatakan, di Desa Sukamulya,Kecamatan Kutawaringin, ada 16 rumah rusak ringan dan tujuh rusak berat. Sementara Desa Kutawaringin, sebanyak 22 rumah rusak sedang dan ringan.
Rata-rata longsor di dua desa itu menutup jalan di 21 titik sepanjang sekitar 3 kilometer. Titik terparah ada di sembilan daerah yang harus ditangani dengan alat berat.
"Untuk sementara, penanganan korban longsor dilakukan bersama-sama masyarakat beserta aparat terkait dari kecamatan, koramil, dan Polsek Kutawaringin. Kami juga sudah koordinasi dengan Dinas PU Bina Marga untuk mengirimkan alat berat," ungkap Marlan kepada wartawan, kemarin.
Bukit di Desa Sukamulya mengalami longsor sekitar pukul 04.30 WIB dini hari kemarin. Akibatnya, 10 rumah yang dihuni 19 kepala keluarga (KK) atau 63 jiwa rusak tertimbun longsoran tanah.
"Titik longsor terberat terdapat di sembilan titik sepanjang 3 kilometer dari Kampung Bangsalbahe sampai Kampung Cikoneng," kata Camat Kutawaringin Yosep Nugraha kepada wartawan.
Di Kampung Randukurung, Desa dan Kecamatan Kutawaringin, sedikitnya tujuh rumah yang dihuni tujuh KK atau 15 jiwa tertimpa longsoran perbukitan sekitar pukul 19.00 WIB Senin malam. Ada 15 warga mengalami luka ringan karena tertimpa longsoran hingga mengalami lecet-lecet. Mereka dibantu tim medis dan mendapat perawatan dari puskesmas keliling.
Longsor juga menimpa 14 rumah warga lainnya yang dihuni 17 KK sebanyak 50 jiwa. Sebagian besar rumah mengalami rusak ringan dan berat. Selain menimpa rumah warga, longsor juga menimpa SDN Kutawaringin dan Masjid Nurul Huda. Warga setempat, Een (35), mengatakan bahwa longsor terjadi mulai pukul 23.00, Senin malam, setelah hujan deras sejak sore hari.
Sebelum kejadian, warga dikagetkan dengan suara ledakan dari salah satu rumah. "Ternyata itu pohon rambutan yang tumbang menimpa rumah. Kami langsung berhamburan keluar rumah dan lari menuju masjid. Setelah itu baru longsor terjadi," ungkap Een.
Kepala Desa Kutawaringin Ujang Suparno mengungkapkan, akibat kejadian tersebut, tujuh rumah warganya mengalami rusak berat dan sekitar 200 KK terancam longsor susulan jika terjadi lagi hujan deras. "Untuk itu, kami mengimbau warga selalu waspada. Sebab jika hujan turun lagi, tidak menutup kemungkinan longsor akan terjadi lagi," ucap Ujang.
Warga yang terkena longsor dan rumahnya jebol untuk sementara dievakuasi ke tetangga- tetangga terdekat yang selamat dari terjangan longsor. (san)
()