Istana klaim Nusantara sudah maju sejak 4700 SM

Senin, 13 Februari 2012 - 13:56 WIB
Istana klaim Nusantara...
Istana klaim Nusantara sudah maju sejak 4700 SM
A A A
Sindonews.com - Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam Andi Arief mengklaim memiliki bukti bahwa peradaban Indonesia pada masa 4700 SM sudah demikian tinggi. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian di Gunung Padang.

“Ini adalah bukti nyata yang pertama kalinya ditemukan di Indonesia. Hal ini diharapkan menjadi pionir untuk menguak masa prasejarah Indonesia yang selalu diasumsikan primitif itu oleh banyak orang termasuk para ahli arkeologi,” kata Andi dalam pesan elektroniknya, Senin (13/2/2012).

Andi menuturkan dari hasil survei geolistrik, georadar, geomagnet, dan pemboran menunjukan bahwa situs megalitik Gunung Padang tidak sesederhana seperti yang sudah diketahui orang tapi sangat luar biasa.

“Di bawah situs yang terlihat di puncak bukit ternyata ada struktur bangunan, paling tidak, sampai kedalaman 20 meteran dari puncak seperti yang terlihat dari geolistrik dan georadar dan sudah diverivikasi oleh data pemboran. Dari data geolistrik diduga kuat bahwa struktur bangunan ini sampai memenuhi seluruh bukit dari puncak hingga level tempat parkir, atau kurang lebih 100 meteran tingginya,” tuturnya.

Menurutnya, temuan Gunung Padang ini sejalan dengan hasil riset oppenheimer bahwa bangsa Nusantara sejak sebelum 10.000 tahun lalu merupakan pusat teknologi pertanian, peternakan, dan pelayaran untuk wilayah Asia-Pasific, dan bahkan dunia.

“Dari aspek mitigasi bencana, temuan adanya hamparan pasir dikedalaman 3-5 meter dibawah situs bagian atas boleh jadi merupakan warisan 'kearifan masa lalu' dalam mengantisipasi bencana akibat goncangan gempa. Lokasi situs sangat dekat dengan patahan Cimandiri,” terangnya.

Dia menambahkan ada kesamaan karakter dan geometri dari struktur resistiviti Gunung Sadahurip dan Gunung Padang, selain banyak fenomena unik di Sadahurip yang sukar untuk dijelaskan oleh proses dan bentukan geologi.

“Hasil geolistrik superstring menunjukan ada kesamaaan pola struktur umum antara Sadahurip dan Padang, yaitu: bagian atasnya 'bertopi merah", di bawahnya si biru yang dialasi oleh cawan merah. Oleh karena itu penelitian di Sadahurip perlu dilanjutkan ke pengeboran untuk memperoleh hasil yang baik,” ucapnya.

Hasil penelitian di Banda Aceh, Batujaya, dan Trowulan, lanjut Andi, memperlihatkan keterkaitan antara sejarah peradaban dan bencana alam. Apabila masyarakat tahu tentang bencana masa lalu yang pernah menghancurkan negerinya seperti kejadian tsunami Aceh pada Abad 14 dan 15, maka tidak akan terjadi banyak korban pada tahun 2004 yang banyak disebabkan oleh ketidaktahuan ini.

Situs sejarah yang dianggap banyak arkeologi penelitiannya sudah 'selesai' seperti Trowulan ternyata masih menyimpan banyak misteri sejarah yang terpendam di bawahnya. Hal itu hanya dapat terkuak oleh metoda arkeo-geologi.

Demikian juga banyak situs yang terlihat menyembul hanya beberapa meter di permukaan dan oleh para ahli arkeologi hanya di- trenching 1-2 meter saja. "Ternyata menyimpan tubuh bangunan sampai kedalaman 15 meter bahkan lebih kemungkinan menyimpan misteri sejarah peradaban kuno yang berlapis-lapis,” tukasnya.
()
Berita Terkini
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
3 menit yang lalu
Penahanan Babe Aldo...
Penahanan Babe Aldo di Polda Kalsel, Pengacara Mencium Dugaan Ada Pesanan
12 menit yang lalu
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
1 jam yang lalu
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
1 jam yang lalu
Tokoh Masyarakat Merauke:...
Tokoh Masyarakat Merauke: PSN Wanam Harus Jamin Masa Depan Pendidikan Anak
1 jam yang lalu
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
1 jam yang lalu
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved