Besuk suami di Rutan ditangkap simpan Ganja di CD
Selasa, 07 Februari 2012 - 09:10 WIB
Besuk suami di Rutan ditangkap simpan Ganja di CD
A
A
A
Sindonews.com – Ibu rumah tangga (IRT) Eni Helfiani, 25, ditangkap petugas keamanan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I A Palembang saat hendak membesuk suaminya kemarin.
Eni kedapatan hendak mengirim satu paket ganja untuk suami. Akibat perbuatannya, warga Lorong Harapan Jalan Sosial Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Gandus,Palembang,ini harus meringkuk di penjara seperti suaminya. Saat pemeriksaan, Eni dengan dua anak ini tertangkap petugas pada pukul 11.00 WIB.
Mulanya, Eni hendak membesuk suaminya, Apriadi, 27, yang merupakan tahanan pihak kejaksaan dalam kasus narkotika. Saat masuk ke rutan, Eni diperiksa petugas sesuai aturan.
Namun, saat hendak diperiksa di bagian tubuh, tersangka mengelak.Dia menepis beberapa kali tangan petugas, terutama di bagian pinggang ke bawah. Hal itu membuat petugas kian curiga sehingga petugas tetap memeriksa tersangka.
Saat digeledah, petugas menemukan satu paket ganja di celana dalam (CD) yang diletakkan di depan kemaluan tersangka. Petugas pun langsung melakukan pengamanan dan membawa tersangka menuju ruang kepala keamanan untuk dimintai keterangan.
Selanjutnya, petugas langsung menghubungi Kantor Polisi Ilir Barat (IB) I,Palembang. Tersangka Eni mengaku mengantarkan ganja atas permintaan suaminya yang saat ini di rutan. Suaminya minta dibesuk sambil dibawakan ganja.
"Waktu aku besuk kemarin, dio minta bawai ganja. Aku dak tahu untuk apo," katanya. Untuk memenuhi permintaan suami,Eni membeli ganja di dekat kediamannya.
"Aku beli di gandus yang paket 20. Biar dak ketahuan,aku simpen dalam celano dalem," imbuhnya.
Sementara itu, sang suami, Apriadi, 27, warga Lorong Harapan Jalan Sosial,Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Palembang, mengaku meminta istrinya mengantarkan ganja ke rutan."Yo pak, pas kemarin besuk, senin kemarin. Aku minta dibawai ganja," tuturnya.
Kepala Rutan Kelas I A Palembang Taufiqurrakhman membenarkan telah menangkap pembesuk bernama Eni yang ingin membesuk suaminya di rutan sekitar pukul 11.00 WIB.“Tersangka dan suaminya telah diamankan petugas. Untuk pemeriksaan selanjutnya, kita serahkan pada pihak kepolisian,” tukasnya. (wbs)
Eni kedapatan hendak mengirim satu paket ganja untuk suami. Akibat perbuatannya, warga Lorong Harapan Jalan Sosial Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Gandus,Palembang,ini harus meringkuk di penjara seperti suaminya. Saat pemeriksaan, Eni dengan dua anak ini tertangkap petugas pada pukul 11.00 WIB.
Mulanya, Eni hendak membesuk suaminya, Apriadi, 27, yang merupakan tahanan pihak kejaksaan dalam kasus narkotika. Saat masuk ke rutan, Eni diperiksa petugas sesuai aturan.
Namun, saat hendak diperiksa di bagian tubuh, tersangka mengelak.Dia menepis beberapa kali tangan petugas, terutama di bagian pinggang ke bawah. Hal itu membuat petugas kian curiga sehingga petugas tetap memeriksa tersangka.
Saat digeledah, petugas menemukan satu paket ganja di celana dalam (CD) yang diletakkan di depan kemaluan tersangka. Petugas pun langsung melakukan pengamanan dan membawa tersangka menuju ruang kepala keamanan untuk dimintai keterangan.
Selanjutnya, petugas langsung menghubungi Kantor Polisi Ilir Barat (IB) I,Palembang. Tersangka Eni mengaku mengantarkan ganja atas permintaan suaminya yang saat ini di rutan. Suaminya minta dibesuk sambil dibawakan ganja.
"Waktu aku besuk kemarin, dio minta bawai ganja. Aku dak tahu untuk apo," katanya. Untuk memenuhi permintaan suami,Eni membeli ganja di dekat kediamannya.
"Aku beli di gandus yang paket 20. Biar dak ketahuan,aku simpen dalam celano dalem," imbuhnya.
Sementara itu, sang suami, Apriadi, 27, warga Lorong Harapan Jalan Sosial,Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Palembang, mengaku meminta istrinya mengantarkan ganja ke rutan."Yo pak, pas kemarin besuk, senin kemarin. Aku minta dibawai ganja," tuturnya.
Kepala Rutan Kelas I A Palembang Taufiqurrakhman membenarkan telah menangkap pembesuk bernama Eni yang ingin membesuk suaminya di rutan sekitar pukul 11.00 WIB.“Tersangka dan suaminya telah diamankan petugas. Untuk pemeriksaan selanjutnya, kita serahkan pada pihak kepolisian,” tukasnya. (wbs)
()