Wabah DBD mengancam pada Februari-Maret

Senin, 06 Februari 2012 - 10:16 WIB
Wabah DBD mengancam...
Wabah DBD mengancam pada Februari-Maret
A A A
Sindonews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi selatan memperkirakan puncak wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) akan berlangsung Februari hingga Maret mendatang. Pada bulan itu hujan di Sulsel diperkirakan akan turun terus-menerus.

Kondisi musim hujan dengan intensitas curah yang tinggi itu diperkirakan akan disertai munculnya ancaman nyamuk aedes aegypti. Kepala Dinkes Sulsel Rachmat Latief mengimbau kepada seluruh kabupaten/kota untuk mengintensifkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di sekitar permukiman warga.

“Secara umum,di musim kemarau nyamuk mulai bertelur. Masuk musim hujan, telur nyamuk mulai menetas. Inilah yang kemudian bisa menyebabkan penyakit DBD.Makanya, kami minta pemerintah daerah mengintensifkan PSN,” ujar dia kemarin.

Menurut dia, PSN cukup efektif untuk menghindari menetasnya telur nyamuk serta membunuh nyamuk dewasa yang bisa mengabikatkan penyakit DBD. Rachmat mengatakan, DBD bisa mematikan lantaran bisa membuat pembuluh darah bocor dan menurunnya trombosit.

Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberantas penyebaran penyakit DBD di wilayah masing-masing. Paling tidak, masyarakat diminta melakukan tindakan 3M, yakni menguras bak air, menutup tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk, dan mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air.

Saat disinggung mengenai anggaran yang disiapkan untuk antisipasi DBD di 2012, Rachmat menolak menerangkannya secara rinci. Dia mengakui, dana tersebut disiapkan dalam anggaran antisipasi penyakit secara keseluruhan.

“Saya tidak terlalu hafal angkanya.Yang jelas,kita juga siapkan anggaran jika sewaktu- waktu penyakit DBD ini menjadi KLB (kejadian luar biasa). Angkanya juga saya lupa,” jelas dia.

Dia menambahkan, bagi warga yang membutuhkan pertolongan pertama DBD,bisa memanfaatkan layanan puskesmas yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Sulsel.

“Di puskesmas tidak dipungut bayaran. Sepanjang dia penduduk Sulsel, pasti gratis. Di tempat itu juga bisa diinfus. Kami sudah siapkan anggarannya,” jelas dia.

Khusus di Kota Makassar,sepanjang 2011 tercatat sedikitnya 80 warga menderita penyakit yang rawan merebak memasuki musim penghujan ini. Sebelumnya,Kepala Dinas Kesehatan Makassar Naisya Tun Azikin mengaku,pihaknya terus memantau perkembangan jumlah penderita. (wbs)
()
Berita Terkini
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
45 menit yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
46 menit yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
1 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
4 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
6 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
7 jam yang lalu
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved