Afriyani menyesal, dia ingin minta maaf
Sabtu, 04 Februari 2012 - 13:10 WIB
Afriyani menyesal, dia ingin minta maaf
A
A
A
Sindonews.com - Tersangka pengemudi Daihatsu Xenia maut, Afriyani Susanti (29) agaknya mulai menyesali perbuatannya. Melalui Efrizal selaku kuasa hukumnya, Afriyani menyampaikan keinginan meminta maaf langsung kepada keluarga korban. Sayang, niat baik itu tak dibolehkan pihak kepolisian.
"Padahal klien saya ini benar-benar ingin menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga langsung, tapi polisi sepertinya belum memberikan sinyal positif, saya sendiri tidak tahu apa alasannya," tutur Efrizal ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (4/2/2012).
Efrizal mengaku sangat menyayangkan polisi melarang niat baik kliennya itu. Sebab selama ini keluarga korban baik yang meninggal maupun luka-luka selalu mengeluhkan sikap Afriyani yang seolah tidak menyesali perbuatannya. Menurut Efrizal, sejak kejadian itu, kliennya sudah berniat meminta maaf, tapi lagi-lagi polisi tak pernah mengizinkan.
Selain karena Afriyani saat setelah kejadian masih diperiksa secara intensif, mungkin larangan meminta maaf langsung juga sebagai upaya menghindari adanya hal tak diinginkan muncul dari masyarakat.
"Dia sebenarnya sangat ingin menemui keluarga korban. Saat di BAP dia juga sempat menyampaikan penyesalannya itu, kenapa harus mengalami hal itu, sejujurnya dia juga tidak ingin seperti itu," kata Efrizal mengutip dari isi BAP Afriyani.
Seperti diberitakan, Afriyani menabrak sembilan orang pejalan kaki hingga tewas di ruas jalan kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat. Diduga Afriyani baru saja mengonsumsi minuman keras dan narkotika sehingga tak mampu mengendalikan laju mobilnya.(lin)
"Padahal klien saya ini benar-benar ingin menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga langsung, tapi polisi sepertinya belum memberikan sinyal positif, saya sendiri tidak tahu apa alasannya," tutur Efrizal ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (4/2/2012).
Efrizal mengaku sangat menyayangkan polisi melarang niat baik kliennya itu. Sebab selama ini keluarga korban baik yang meninggal maupun luka-luka selalu mengeluhkan sikap Afriyani yang seolah tidak menyesali perbuatannya. Menurut Efrizal, sejak kejadian itu, kliennya sudah berniat meminta maaf, tapi lagi-lagi polisi tak pernah mengizinkan.
Selain karena Afriyani saat setelah kejadian masih diperiksa secara intensif, mungkin larangan meminta maaf langsung juga sebagai upaya menghindari adanya hal tak diinginkan muncul dari masyarakat.
"Dia sebenarnya sangat ingin menemui keluarga korban. Saat di BAP dia juga sempat menyampaikan penyesalannya itu, kenapa harus mengalami hal itu, sejujurnya dia juga tidak ingin seperti itu," kata Efrizal mengutip dari isi BAP Afriyani.
Seperti diberitakan, Afriyani menabrak sembilan orang pejalan kaki hingga tewas di ruas jalan kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat. Diduga Afriyani baru saja mengonsumsi minuman keras dan narkotika sehingga tak mampu mengendalikan laju mobilnya.(lin)
()