JLU Pasuruan dimulai 2014

Senin, 09 Januari 2012 - 03:14 WIB
JLU Pasuruan dimulai...
JLU Pasuruan dimulai 2014
A A A
Sindonews.com - Harapan masyarakat Kota Pasuruan untuk segera merasakan manfaat pembangunan jalan lingkar utara (JLU) harus tertunda. Gagasan yang dicetuskan sejak kepemimpinan Wali Kota Pasuruan Aminnurokhman, baru bisa terlaksana pada tahun 2014 mendatang.

Tertundanya pembangunan JLU ini dikarenakan Pemkot Pasuruan tidak memiliki cukup dana untuk membebaskan lahan di pesisir pantai utara tersebut. Pemkot baru mengawali menabung anggaran sebesar Rp15 miliar pada P-APBD 2011 lalu. Dana tersebut ditempatkan dalam pos dana cadangan (daca) yang setiap tahun anggaran akan ditambah.

Wali Kota Pasuruan Hasani menyebutkan, pada tahun anggaran 2012 ini pemkot telah menganggarkan daca sebesar Rp7,5 miliar. Pada P-APBD 2012 mendatang, pemkot akan kembali menganggarkan dengan besaran yang sama yakni Rp7,5 miliar.

"Pemkot akan terus menganggarkan dana hingga tahun 2014 mendatang. Anggaran daca ini baru akan dipergunakan untuk membebaskan lahan pada tahun 2014 mendatang yang diperkirakan mencapai Rp45 miliar," kata Wali Kota Hasani.

Pembebasan lahan JLU ini, kata Hasani, dimulai dari perbatasan wilayah barat hingga timur Kota Pasuruan. Di sepanjang JLU ini, akan dibangun sarana dan prasarana yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya," tandas Hasani.

"Secara ekonomis, dampak pembukaan arus lalu lintas di JLU ini akan dirasakan masyarakat. Dengan demikian, taraf hidup dan perekonomian masyarakat akan menjadi lebih baik," kata Hasani.

Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail Marzuki mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung pembangunan JLU tersebut. Hal ini merupakan konsekuensi dari telah disahkannya Peraturan Daerah yang mengatur tentang dana cadangan untuk pembangunan JLU.

Karenanya, dia berharap agar masyarakat berperan serta dalam program pembangunan tersebut. Peran serta tersebut di antaranya dengan tidak menaikkan harga jual tanah tanpa mempertimbangkan nilai jual di pasaran.

"Yang perlu diantisipasi adalah campur tangan spekulan tanah yang memborong tanah milik masyarakat. Jika ini terjadi, proses pembangunan JLU akan menjadi terhambat," tegas Ismail Marzuki.
()
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
41 menit yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
2 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
3 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
3 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
3 jam yang lalu
Infografis
Perang Dimulai! 100...
Perang Dimulai! 100 Rudal dan Drone Iran Diluncurkan ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved