Bengawan Solo meluap, banjir landa Sukoharjo

Senin, 02 Januari 2012 - 15:54 WIB
Bengawan Solo meluap,...
Bengawan Solo meluap, banjir landa Sukoharjo
A A A
Sindonews.com - Ratusan warga di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, terpaksa harus meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi di tanggul-tanggul Sungai Bengawan Solo.

Pasalnya, rumah mereka terendam air akibat luapan Sungai Bengawan Solo yang melintas di dekat pemukiman warga. Seperti warga Desa Mojo, Kecamatan Mojolaban ini terpaksa mengungsi ke tanggul sungai yang tak jauh dari rumah mereka. Warga telah mengungsi sejak pukul 21.00 WIB, Minggu malam tadi, karena air sungai mendadak meluap dan menggenangi pemukiman.

Untuk berteduh dari guyuran hujan, warga membangun tenda-tenda darurat di lokasi tersebut. Meskipun hanya menggunakan terpal seadanya untuk menutup dari hujan serta menggunakan alas tikar, warga tetap bertahan hingga air surut dan dapat kembali ke rumah.

Menurut Yuni, warga Dukuh Mojo, Desa Mojo, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, dirinya bersama keluarga sudah menempati tenda tenda darurat dan berharap ada bantuan makanan karena tidak bisa memasak. "Kawasan ini memang langganan banjir, jika air Sungai Bengawan Solo meluap," ujarnya, Senin (2/1/2012).

Sementara itu tinggi muka air Sungai Bengawan Solo mengalami kenaikan hingga level siaga tiga sejak dini hari. Kenaikan tersebut disebabkan hujan yang mengguyur Kota Solo dan sekitarnya, sejak sore hari sebelumnya. Hujan di kawasan aliran anak Sungai Bengawan Solo juga mengakibatkan debit air sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut terus mengalami peningkatan.

Luapan Bengawan Solo juga tidak hanya menggenangi rumah warga namun jalan utama. Hingga Senin siang ini, jalan penghubung Kota Solo dengan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo berangsur lancar dan mulai bisa dilalui.

Meski tergenang, pengguna jalan tetap nekat menerobos banjir ini. Mereka nekat karena jika memutar jalan yang ditepuh menjadi bisa dua kali lipat jauhnya. Sementara luapan ini juga menggenangi permukiman warga.

Warga pun berangsur meninggalkan rumahnya bahkan ada yang menggunakan pos keamanan lingkungan untuk tempat mengungsi meski harus bercampur dengan ternak.

Di RW IV Desa Kadokan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, saja dari 300 KK yang ada di sana, sebagian besar sudah mengungsi. Desa kadokan ini berbatasan langsung dengan Sungai Bengawan Solo. Bajir kali ini bukan bajir terbesar seperti tahun 2007 lalu. Namun luapan Bengawan Solo dan banjir kiriman dari kota membuat kawasan ini tergenang hingga 1 meter.
()
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
48 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
Atasi Banjir Jakarta,...
Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Normalisasi Tiga Sungai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved