Foke klaim keberhasilannya sepanjang tahun 2011
Jum'at, 30 Desember 2011 - 17:09 WIB
Foke klaim keberhasilannya sepanjang tahun 2011
A
A
A
Sindonews.com- Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo dalam laporan akhir tahunnya
menyampaikan, secara umum pelaksanaan pembangunan, baik ekonomi maupun sosial sepanjang tahun 2011 berjalan dengan cukup baik. Hal ini merupakan tugas dan tanggungjawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Keberhasilan ini berkat dukungan baik berupa kritik maupun saran dari berbagai pihak. Termasuk dukungan dari semua aparat Pemprov DKI Jakarta yang telah berupaya keras memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang sejalan dengan capaian kemajuan di berbagai bidang.
"Sebagai Gubernur, maupun pribadi, saya menguncapkan terima kasih," ujar Fauzi di Balai kota Jakarta, Jumat (30/12/2011).
Menurutnya, berbagai langkah dan terobosan yang dilakukan sepanjang 2011. meski hasilnya dapat dirasakan secara optimal, bukan berarti tak menemui kendala dalam prosesnya.
Pria yang biasa disapa Foke ini menyebutkan, kendala tersebut diantaranya dari internal sendiri. Maka itu, pihaknya berupaya terus melanjutkan proses reformasi birokrasi dan peningkatan kompetensi aparatur.
Sementara, kendala eksternal, semua jajaran sampai lurah diminta meningkatkan koordinasi. Baik melalui legalitas formal maupun informal. "Dalam beberapa masalah dibutuhkan waktu yang lebih panjang untuk mengatasinya, baik karena ada masalah dari faktor internal maupun eksternal," jelasnya.
Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan, pada 2012 Pemprov DKI Jakarta mencanangkan wajib belajar sampai tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Peluang merealisasikan rencana tersebut sangat terbuka dengan adanya kebijakan pemerintah pusat menaikan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mulai tahun depan.
"Sekitar 26% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membiayai pendidikan di DKI. Dana tersebut antara lain disalurkan dalam bentuk Biaya Operasional Pendidikan (BOP) untuk seluruh siswa tingkat SD dan SLTP, serta Bantuan Operasional Buku (BOB) untuk siswa SMA dan SMK," terangnya.
Foke menambahkan, setiap siswa, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) DKI Jakarta mendapat BOS yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masing-masing sebesar Rp400.000 per tahun dan Rp575.000 per tahun.
Dari dana BOP, lanjut Foke, setiap siswa SD dan SLTP menerima masing-masing sebesar Rp720.000 per tahun dan Rp1.320.000 per tahun, sedangkan SMA juga mendapatkan BOP Rp900.000 per tahun dan SMK sebesar Rp1.800.000 per tahun.
"Selain BOS dan BOP Pemprov DKI Jakarta juga memberikan Beasiswa Rawan Putus Sekolah sejumlah Rp31,44 miliar untuk 10.374 siswa," lanjutnya.
Sementara itu, usai menyampaikan surat pengunduran sebagai Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta kepada DPRD DKI Jakarta, Prijanto mengatakan Jakarta masih mengalami banyak persoalan. Mulai dari persoalan macet, PAM Jaya. dan banjir.
"Kalau enggak kita sudah pesta pora, kan kita sekarang masih harus kerja keras masih banyak persoalan," ungkapnya.
menyampaikan, secara umum pelaksanaan pembangunan, baik ekonomi maupun sosial sepanjang tahun 2011 berjalan dengan cukup baik. Hal ini merupakan tugas dan tanggungjawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Keberhasilan ini berkat dukungan baik berupa kritik maupun saran dari berbagai pihak. Termasuk dukungan dari semua aparat Pemprov DKI Jakarta yang telah berupaya keras memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang sejalan dengan capaian kemajuan di berbagai bidang.
"Sebagai Gubernur, maupun pribadi, saya menguncapkan terima kasih," ujar Fauzi di Balai kota Jakarta, Jumat (30/12/2011).
Menurutnya, berbagai langkah dan terobosan yang dilakukan sepanjang 2011. meski hasilnya dapat dirasakan secara optimal, bukan berarti tak menemui kendala dalam prosesnya.
Pria yang biasa disapa Foke ini menyebutkan, kendala tersebut diantaranya dari internal sendiri. Maka itu, pihaknya berupaya terus melanjutkan proses reformasi birokrasi dan peningkatan kompetensi aparatur.
Sementara, kendala eksternal, semua jajaran sampai lurah diminta meningkatkan koordinasi. Baik melalui legalitas formal maupun informal. "Dalam beberapa masalah dibutuhkan waktu yang lebih panjang untuk mengatasinya, baik karena ada masalah dari faktor internal maupun eksternal," jelasnya.
Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan, pada 2012 Pemprov DKI Jakarta mencanangkan wajib belajar sampai tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Peluang merealisasikan rencana tersebut sangat terbuka dengan adanya kebijakan pemerintah pusat menaikan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mulai tahun depan.
"Sekitar 26% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membiayai pendidikan di DKI. Dana tersebut antara lain disalurkan dalam bentuk Biaya Operasional Pendidikan (BOP) untuk seluruh siswa tingkat SD dan SLTP, serta Bantuan Operasional Buku (BOB) untuk siswa SMA dan SMK," terangnya.
Foke menambahkan, setiap siswa, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) DKI Jakarta mendapat BOS yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masing-masing sebesar Rp400.000 per tahun dan Rp575.000 per tahun.
Dari dana BOP, lanjut Foke, setiap siswa SD dan SLTP menerima masing-masing sebesar Rp720.000 per tahun dan Rp1.320.000 per tahun, sedangkan SMA juga mendapatkan BOP Rp900.000 per tahun dan SMK sebesar Rp1.800.000 per tahun.
"Selain BOS dan BOP Pemprov DKI Jakarta juga memberikan Beasiswa Rawan Putus Sekolah sejumlah Rp31,44 miliar untuk 10.374 siswa," lanjutnya.
Sementara itu, usai menyampaikan surat pengunduran sebagai Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta kepada DPRD DKI Jakarta, Prijanto mengatakan Jakarta masih mengalami banyak persoalan. Mulai dari persoalan macet, PAM Jaya. dan banjir.
"Kalau enggak kita sudah pesta pora, kan kita sekarang masih harus kerja keras masih banyak persoalan," ungkapnya.
()