Anak Krakatau bergeliat, nelayan diminta nyingkir
Jum'at, 30 Desember 2011 - 09:53 WIB
Anak Krakatau bergeliat, nelayan diminta nyingkir
A
A
A
Sindonews.com - Petugas Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, mengimbau kepada nelayan atau wisatawan untuk tetap waspada dan menjaga jarak karena peningkatan aktivitas gunung itu.
Peningkatan aktivitas itu dapat berupa letusan atau erupsi dengan mengeluarkan material vulkanik. "Gunung itu masih berpotensi mengeluarkan letusan dan erupsi vulkanik, meski berkekuatan rendah," kata petugas pemantau Gunung Anak Krakatau (GAK) Hamdani, Jumat (30/12/2011).
Dia berharap, nelayan maupun wisatawan diharapkan tetap menjaga jarak aman minimal 2 kilometer dari gunung itu. Saat ini, para nelayan masih tampak melaut di sekitar Gunung Anak Krakatau meskipun statusnya siaga. Pasalnya, mereka sudah terbiasa dengan kondisi itu sejak bertahun-tahun lalu.
"Tahun lalu sempat mengeluarkan letusan namun nelayan tetap melaut seperti biasanya dan sekarang tidak ada letusan," kata dia.
Hamdani memperkirakan, intensitas kegempaan masih fluktuatif dalam hitungan puluhan sampai ratusan kali hingga beberapa hari ke depan. "Intensitas kegempaan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda beberapa hari terakhir terpantau naik dari 198 kali menjadi 224 kali dalam sehari," katanya.
Saat ini, kata Hamdani, petugas masih kesulitan mengamati gunung itu secara langsung atau dengan visual karena tertutup kabut tebal di perairan Selat Sunda. "Mendung dan curah hujan tinggi masih menutupi gunung itu beberapa hari ini," kata dia.
Peningkatan aktivitas itu dapat berupa letusan atau erupsi dengan mengeluarkan material vulkanik. "Gunung itu masih berpotensi mengeluarkan letusan dan erupsi vulkanik, meski berkekuatan rendah," kata petugas pemantau Gunung Anak Krakatau (GAK) Hamdani, Jumat (30/12/2011).
Dia berharap, nelayan maupun wisatawan diharapkan tetap menjaga jarak aman minimal 2 kilometer dari gunung itu. Saat ini, para nelayan masih tampak melaut di sekitar Gunung Anak Krakatau meskipun statusnya siaga. Pasalnya, mereka sudah terbiasa dengan kondisi itu sejak bertahun-tahun lalu.
"Tahun lalu sempat mengeluarkan letusan namun nelayan tetap melaut seperti biasanya dan sekarang tidak ada letusan," kata dia.
Hamdani memperkirakan, intensitas kegempaan masih fluktuatif dalam hitungan puluhan sampai ratusan kali hingga beberapa hari ke depan. "Intensitas kegempaan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda beberapa hari terakhir terpantau naik dari 198 kali menjadi 224 kali dalam sehari," katanya.
Saat ini, kata Hamdani, petugas masih kesulitan mengamati gunung itu secara langsung atau dengan visual karena tertutup kabut tebal di perairan Selat Sunda. "Mendung dan curah hujan tinggi masih menutupi gunung itu beberapa hari ini," kata dia.
()