2012, Bus gandeng ditambah 178
Jum'at, 30 Desember 2011 - 08:32 WIB
2012, Bus gandeng ditambah 178
A
A
A
Sindonews.com - Perbaikan pelayanan bus Transjakarta terus dilakukan. Tahun depan, operator akan diubah pula statusnya dari BLU menjadi BUMD. Ini untuk meningkatkan pelayanan penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Udar Prisono menjelaskan tahun depan pada 2012 pihaknya akan menambah bus guna meningkatkan daya angkut.”Di 2012 akan ada penambahan armada bus gandeng sebanyak 178 unit,” kata Udar Pristono, Kamis (29/12/2011).
Sebanyak 36 unit berasal dari APBD, 66 unit dari lelang investasi koridor I dan VIII, serta 76 unit investasi dari investasi lelang koridor II dan III. Termasuk implementasi sistem tiket elektronik menggunakan smartcard pada Juni 2012. Ini dilakukan untuk menambah daya angkut bus Transjakarta.
Lalu dilakukan penambahan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBBG) sistem mother and daughter sebanyak 4 buah yang beroperasi mobile dengan koridor busway. ”Serta peninggian separator busway sebagai upaya sterilisasi lajur,” bebernya.
Pihaknya juga akan melakukan justifikasi terhadap tiga rute feeder yang ada untuk meningkatkan kinerjanya sekaligus menambah 4 rute feeder baru. ”Penyediaan lokasi park and ride yang baru juga akan ditambah seperti di Kalideres dan Kampung Rambutan, ” ungkapnya.
Bertambahnya jaringan bus Transjakarta berimbas pada peningkatan jumlah penumpang. Sejak beroperasi 2004, hingga bulan lalu jumlah penumpang bus Transjakarta sudah mencapai 104,7 penumpang. Jumlah penumpang tersebut akan terus bertambah setelah koridor XI (Kampung Melayu – Pulogebang) mulai beroperasi sejak Rabu (28/12).
Dengan beroperasinya koridor XI, diharapkan masyarakat Cakung dan sekitarnya dapat terlayani kebutuhan transportasinya. Koridor ini memiliki fungsi penting karena terkoneksi dengan moda lainnya. Selain itu,koridor ini terhubung dengan koridor V (Kampung Melayu - Ancol),koridor X (Cililitan-Tanjung Priok) dan koridor VII (Kampung Rambutan - Kampung Melayu).
Ada juga transfer point (titikperpindahan) dengan angkutan kereta api yakni di Stasiun Jatinegara. Pada Juni 2012 nanti pelayanan akan sampai Terminal Pulogebang yang saat ini sedang dibangun.
Saat ini, pelayanan hanya dilakukan sampai Kantor Walikota Jakarta Timur saja. Pasalnya terminal pengganti Terminal Pulogadung ini masih dalam proses penyelesaian. Apabila sudah terhubung langsung dengan terminal, maka akan memudahkan pelayanan kebutuhan transportasi masyarakat. Namun demikian, dirinya mengakui kalau koridor ini masih memiliki sejumlah kekurangan.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menjelaskan, jaringan bus Transjakarta sebagai bagian dari moda bus rapid transit memang akan terus dikembangkan. ”Sarana lain akan terus kita bangun. Masalah transportasi merupakan prioritas tinggi,” tegasnya.
Transjakarta dikembangkan dan didahulukan karena lebih mudah, murah, dan mampu untuk dilaksanakan. Fasilitas bagi penyandang disabilitas juga masih harus terus disempurnakan.
Untuk itu perlu masukan dari mereka. ”Saya perintahkan Pak Akbar (Kepala BLU Transjakarta) dan Pristono (Kepala Dishub) untuk menyempurnakan detailnya. Masukan dari mereka wajib kita dengar,” paparnya. Fauzi Bowo menambahkan, meski pelayanan bus Transjakarta ada kemajuan, masih ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan.
Misalnya kinerja feeder yang gagasannya sudah baik, tetapi realisasinya kurang memuaskan. ”Dari sisi penumpang masih kecil sekali,” ujarnya. Padahal dengan peningkatan jumlah penumpang feeder, penumpang bus Transjakarta di koridor utama juga bisa ditingkatkan.
Fasilitas park and ride seperti yang di Ragunan yang menggunakan gedung tentu akan banyak manfaatnya. ”Di tempat lain juga akan dibangun park and ride berdaya tampung besar,” tuturnya.
Fauzi mencatat sterilisasi juga sangat perlu dilakukan karena masyarakat sudah sangat selektif. Begitu melihat perjalanan bus tidak tepat waktu akibat tersendat, mereka akan kembali menggunakan kendaraan pribadi. ”Ini sangat merugikan. Di sini pentingnya koordinasi yang baik antara Dishub dan Dirlantas dalam hal sterilisasi,” lanjutnya.
Pada 2012, bila sterilisasi belum bisa dilakukan di semua koridor, bisa dipilih yang prioritas saja. Namun dalam pelaksanaannya harus efektif. Dengan demikian lebih banyak orang yang tertarik dan terpikat menggunakanTransjakarta.
Lebih lanjut Fauzi Bowo menegaskan, pengelolaan bus Transjakarta pada 2012 akan diubah dari Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Dinas Perhubungan menjadi BUMD agar lebih efektif. ”Jakarta perlu sistem angkutan penumpang yang bisa mengangkut penumpang dalam jumlah besar,” jelasnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Udar Prisono menjelaskan tahun depan pada 2012 pihaknya akan menambah bus guna meningkatkan daya angkut.”Di 2012 akan ada penambahan armada bus gandeng sebanyak 178 unit,” kata Udar Pristono, Kamis (29/12/2011).
Sebanyak 36 unit berasal dari APBD, 66 unit dari lelang investasi koridor I dan VIII, serta 76 unit investasi dari investasi lelang koridor II dan III. Termasuk implementasi sistem tiket elektronik menggunakan smartcard pada Juni 2012. Ini dilakukan untuk menambah daya angkut bus Transjakarta.
Lalu dilakukan penambahan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBBG) sistem mother and daughter sebanyak 4 buah yang beroperasi mobile dengan koridor busway. ”Serta peninggian separator busway sebagai upaya sterilisasi lajur,” bebernya.
Pihaknya juga akan melakukan justifikasi terhadap tiga rute feeder yang ada untuk meningkatkan kinerjanya sekaligus menambah 4 rute feeder baru. ”Penyediaan lokasi park and ride yang baru juga akan ditambah seperti di Kalideres dan Kampung Rambutan, ” ungkapnya.
Bertambahnya jaringan bus Transjakarta berimbas pada peningkatan jumlah penumpang. Sejak beroperasi 2004, hingga bulan lalu jumlah penumpang bus Transjakarta sudah mencapai 104,7 penumpang. Jumlah penumpang tersebut akan terus bertambah setelah koridor XI (Kampung Melayu – Pulogebang) mulai beroperasi sejak Rabu (28/12).
Dengan beroperasinya koridor XI, diharapkan masyarakat Cakung dan sekitarnya dapat terlayani kebutuhan transportasinya. Koridor ini memiliki fungsi penting karena terkoneksi dengan moda lainnya. Selain itu,koridor ini terhubung dengan koridor V (Kampung Melayu - Ancol),koridor X (Cililitan-Tanjung Priok) dan koridor VII (Kampung Rambutan - Kampung Melayu).
Ada juga transfer point (titikperpindahan) dengan angkutan kereta api yakni di Stasiun Jatinegara. Pada Juni 2012 nanti pelayanan akan sampai Terminal Pulogebang yang saat ini sedang dibangun.
Saat ini, pelayanan hanya dilakukan sampai Kantor Walikota Jakarta Timur saja. Pasalnya terminal pengganti Terminal Pulogadung ini masih dalam proses penyelesaian. Apabila sudah terhubung langsung dengan terminal, maka akan memudahkan pelayanan kebutuhan transportasi masyarakat. Namun demikian, dirinya mengakui kalau koridor ini masih memiliki sejumlah kekurangan.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menjelaskan, jaringan bus Transjakarta sebagai bagian dari moda bus rapid transit memang akan terus dikembangkan. ”Sarana lain akan terus kita bangun. Masalah transportasi merupakan prioritas tinggi,” tegasnya.
Transjakarta dikembangkan dan didahulukan karena lebih mudah, murah, dan mampu untuk dilaksanakan. Fasilitas bagi penyandang disabilitas juga masih harus terus disempurnakan.
Untuk itu perlu masukan dari mereka. ”Saya perintahkan Pak Akbar (Kepala BLU Transjakarta) dan Pristono (Kepala Dishub) untuk menyempurnakan detailnya. Masukan dari mereka wajib kita dengar,” paparnya. Fauzi Bowo menambahkan, meski pelayanan bus Transjakarta ada kemajuan, masih ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan.
Misalnya kinerja feeder yang gagasannya sudah baik, tetapi realisasinya kurang memuaskan. ”Dari sisi penumpang masih kecil sekali,” ujarnya. Padahal dengan peningkatan jumlah penumpang feeder, penumpang bus Transjakarta di koridor utama juga bisa ditingkatkan.
Fasilitas park and ride seperti yang di Ragunan yang menggunakan gedung tentu akan banyak manfaatnya. ”Di tempat lain juga akan dibangun park and ride berdaya tampung besar,” tuturnya.
Fauzi mencatat sterilisasi juga sangat perlu dilakukan karena masyarakat sudah sangat selektif. Begitu melihat perjalanan bus tidak tepat waktu akibat tersendat, mereka akan kembali menggunakan kendaraan pribadi. ”Ini sangat merugikan. Di sini pentingnya koordinasi yang baik antara Dishub dan Dirlantas dalam hal sterilisasi,” lanjutnya.
Pada 2012, bila sterilisasi belum bisa dilakukan di semua koridor, bisa dipilih yang prioritas saja. Namun dalam pelaksanaannya harus efektif. Dengan demikian lebih banyak orang yang tertarik dan terpikat menggunakanTransjakarta.
Lebih lanjut Fauzi Bowo menegaskan, pengelolaan bus Transjakarta pada 2012 akan diubah dari Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Dinas Perhubungan menjadi BUMD agar lebih efektif. ”Jakarta perlu sistem angkutan penumpang yang bisa mengangkut penumpang dalam jumlah besar,” jelasnya.
()