Frekuensi perjalanan kereta ditambah

Kamis, 29 Desember 2011 - 08:42 WIB
Frekuensi perjalanan...
Frekuensi perjalanan kereta ditambah
A A A
Sindonews.com - PT KAI berencana menambah frekuensi perjalanan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek menyusul adanya larangan penumpang naik di atap kereta mulai 1 Januari 2012.

Jeda keberangkatan KRL diharapkan setiap tiga menit sekali. Kepala Humas PT KAI Daop I Mateta Rizalulhaq mengatakan, peningkatan frekuensi perjalanan KRL bisa efektif meniadakan penumpang di atap. Penambahan frekuensi perjalanan akan dimulai dari rute Jakarta–Bogor dan sebaliknya.

Menurut dia, saat ini pada jam-jam sibuk jarak keberangkatan kereta berkisar 8–10 menit. “Kita akan mengusahakan waktu tunggu maksimal sampai tiga menit.Menuju ke arah itu membutuhkan proses cukup panjang dengan meningkatkan infrastruktur yang ada,” kata Mateta, Rabu (28/12/2011).

Pihaknya meminta warga bersabar menunggu kereta berikutnya dan tidak memaksakan naik di atap. Sementara usulan penambahan armada dalam setiap rangkaian belum bisa dilakukan. Pasalnya, kereta merupakan moda transportasi yang terbatas dan tidak dapat dipaksakan.

Sesuai dengan UU Nomor 23/2007 tentang Perkeretapian, keselamatan penumpang merupakan prioritas utama. Salah satunya meminta penumpang untuk berada di dalam kereta,bukan di atap.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengatakan, penindakan terhadap penumpang yang berada di atap harus lebih tegas lagi. Harapannya, penumpang yang biasa di atap kereta bisa jera.

“Cara penumpang berada di atas gerbong sangat membahayakan keselamatan. KAI harus mencari upaya yang lebih bagus lagi,tetapi tidak menimbulkan masalah baru. Jadi penumpang habis di atas gerbong, tapi masalah baru pun bermunculan,” kata Triwisaksana.

Pihaknya sepakat bahwa penambahan frekuensi perjalanan menjadi solusi untuk meniadakan penumpang di atap kereta. Namun, peningkatan frekuensi perjalanan kereta harus dibarengi dengan sterilisasi jalur dari permukiman dan perlintasan liar.

“Permukiman padat yang berada di sepanjang jalur kereta itu akan mengganggu kelancaran kereta untuk melintas,” tutur politikus PKS ini.
()
Berita Terkini
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
3 menit yang lalu
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
31 menit yang lalu
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
3 jam yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
3 jam yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
4 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
6 jam yang lalu
Infografis
Khasiat Surat Abasa,...
Khasiat Surat Abasa, Salah Satunya Mendapat Kebaikan di Perjalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved