Proyek di Ibu Kota kurang perencanaan
Rabu, 28 Desember 2011 - 08:20 WIB
Proyek di Ibu Kota kurang perencanaan
A
A
A
Sindonews.com - Proyek infrastruktur yang selalu dikerjakan akhir tahun bukti kurangnya perencanaan. Proyek yang seharusnya untuk menyejahterakan masyarakat, malah dirasakan sangat mengganggu.
Dari pengamatan di lapangan, sejumlah pengguna jalan terpaksa melintas di kondisi jalan yang licin dan berbahaya. Hal ini dilakukan karena sekitar lokasi tidak diberikan pembatas, terlihat di sepanjang Jalan Sudirman pada sisi timur dari Wisma GKBI hingga kawasan Bendungan Hilir (Benhil).
Kondisi jalan yang rusak akibat pengerjaan saluran air (drainase) ini sebenarnya untuk menghilangkan genangan air yang timbul saat turun hujan lebat.Namun, pengerjaan yang lama membuat pengguna jalan merasa dirugikan. Seperti yang dirasakan Ahmad P, 30, warga Lenteng Agung,yang ditemui di sekitar lokasi. ”Jalannya sungguh membahayakan, seharusnya dikasih lewat jalur cepat saja,” kata Ahmad, Selasa (27/12/2011).
Dia mengaku selain kehilangan kenyamanan, juga beberapa kali terpeleset akibat kondisi jalan yang buruk. ”Tidak hujan saja selicin ini, bagaimana kalau nanti turun hujan, aparat seharusnya bertindak,” tuturnya. Untuk menuju tempat kerjanya di kawasan Kebon Sirih, Ahmad memilih jalur lain dan berharap pengerjaan di lokasi cepat selesai dan kondisi jalan kembali membaik.
Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan melihat ada proses manajemen yang buruk dalam pengerjaan infrastruktur pada akhir tahun.Terlebih, dia melihat ada indikasi korupsi dari proyek yang selalu dikerjakan pada akhir tahun.”Ini aneh, tujuannya bukan untuk melayani publik,” ungkapnya.
Dia melihat kalau Pemprov DKI Jakarta berniat untuk melayani masyarakat, tentunya pekerjaan diusahakan untuk dikerjakan awal tahun.Proses perencanaan sudah harus dilakukan setahun sebelumnya, sedangkan proses penganggaran dilakukan Oktober atau November. ”Sehingga awal tahun pengerjaan sudah bisa dimulai,” ujarnya.
Ade mencium ada upaya untuk menghabiskan anggaran dalam proyek yang dikerjakan akhir tahun, misalnya saja pengerjaan perbaikan gedung sekolah, perbaikan jalan, pengerjaan saluran air.Padahal, tipe pengerjaan infrastruktur pada akhir tahun akan berkurang kualitasnya karena memasuki musim hujan.
Dia juga melihat buruknya kinerja dewan yang seharusnya melakukan pengawasan. Sebagai anggota dewan, kalau ada yang tidak benar seharusnya menghentikan saja proyek tersebut, daripada terus dikerjakan tapi tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat. Soal indikasi kolusi di balik proyek yang selalu dikerjakan pada akhir tahun,menurutnya sudah merupakan hal wajar.
Menurut Ade, upaya memperkaya diri ini sendiri ini dalam proyek di akhir tahun sudah terstruktur. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta Ery Basworo menjelaskan, proyek yang sedang dikerjakan di Jalan Sudirman merupakan kewenangan Sudin PU Jakarta Pusat.
Pihaknya sudah menyelesaikan tugas yang menjadi kewenangannya yakni pengerjaan di sisi barat Jalan Jenderal Sudirman. ”Itu kewenangannya ada di sudin,” tukasnya.
Ery menjelaskan, proyek pengerjaan saluran air ini untuk mengurangi genangan air di lokasi apabila turun hujan. Pihaknya mengaku sudah memperbaiki dan menambah sejumlah saluran air di Jakarta menghadapi musim penghujan yang lebih besar pada 2012.
Ery memperkirakan pengerjaan di lokasi selesai Januari 2012. Diketahui, pengerjaan proyek infrastruktur di Ibu Kota mayoritas dikerjakan pada akhir tahun.Akibatnya, beban pekerjaan menumpuk dan menambah titik kemacetan. Hal ini tentu saja sangat mengganggu masyarakat. Selain itu, kualitas pengerjaan meragukan karena terdesak waktu yang mepet.
Bahkan, pelaksanaan proyek terkesan hanya untuk menghabiskan anggaran. Pantauan di lapangan, pengerjaan konstruksi seperti perbaikan jalan, drainase, trotoar, dan sejumlah proyek lainnya baru gencar dilaksanakan dalam dua bulan terakhir.
Dari pengamatan di lapangan, sejumlah pengguna jalan terpaksa melintas di kondisi jalan yang licin dan berbahaya. Hal ini dilakukan karena sekitar lokasi tidak diberikan pembatas, terlihat di sepanjang Jalan Sudirman pada sisi timur dari Wisma GKBI hingga kawasan Bendungan Hilir (Benhil).
Kondisi jalan yang rusak akibat pengerjaan saluran air (drainase) ini sebenarnya untuk menghilangkan genangan air yang timbul saat turun hujan lebat.Namun, pengerjaan yang lama membuat pengguna jalan merasa dirugikan. Seperti yang dirasakan Ahmad P, 30, warga Lenteng Agung,yang ditemui di sekitar lokasi. ”Jalannya sungguh membahayakan, seharusnya dikasih lewat jalur cepat saja,” kata Ahmad, Selasa (27/12/2011).
Dia mengaku selain kehilangan kenyamanan, juga beberapa kali terpeleset akibat kondisi jalan yang buruk. ”Tidak hujan saja selicin ini, bagaimana kalau nanti turun hujan, aparat seharusnya bertindak,” tuturnya. Untuk menuju tempat kerjanya di kawasan Kebon Sirih, Ahmad memilih jalur lain dan berharap pengerjaan di lokasi cepat selesai dan kondisi jalan kembali membaik.
Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan melihat ada proses manajemen yang buruk dalam pengerjaan infrastruktur pada akhir tahun.Terlebih, dia melihat ada indikasi korupsi dari proyek yang selalu dikerjakan pada akhir tahun.”Ini aneh, tujuannya bukan untuk melayani publik,” ungkapnya.
Dia melihat kalau Pemprov DKI Jakarta berniat untuk melayani masyarakat, tentunya pekerjaan diusahakan untuk dikerjakan awal tahun.Proses perencanaan sudah harus dilakukan setahun sebelumnya, sedangkan proses penganggaran dilakukan Oktober atau November. ”Sehingga awal tahun pengerjaan sudah bisa dimulai,” ujarnya.
Ade mencium ada upaya untuk menghabiskan anggaran dalam proyek yang dikerjakan akhir tahun, misalnya saja pengerjaan perbaikan gedung sekolah, perbaikan jalan, pengerjaan saluran air.Padahal, tipe pengerjaan infrastruktur pada akhir tahun akan berkurang kualitasnya karena memasuki musim hujan.
Dia juga melihat buruknya kinerja dewan yang seharusnya melakukan pengawasan. Sebagai anggota dewan, kalau ada yang tidak benar seharusnya menghentikan saja proyek tersebut, daripada terus dikerjakan tapi tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat. Soal indikasi kolusi di balik proyek yang selalu dikerjakan pada akhir tahun,menurutnya sudah merupakan hal wajar.
Menurut Ade, upaya memperkaya diri ini sendiri ini dalam proyek di akhir tahun sudah terstruktur. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta Ery Basworo menjelaskan, proyek yang sedang dikerjakan di Jalan Sudirman merupakan kewenangan Sudin PU Jakarta Pusat.
Pihaknya sudah menyelesaikan tugas yang menjadi kewenangannya yakni pengerjaan di sisi barat Jalan Jenderal Sudirman. ”Itu kewenangannya ada di sudin,” tukasnya.
Ery menjelaskan, proyek pengerjaan saluran air ini untuk mengurangi genangan air di lokasi apabila turun hujan. Pihaknya mengaku sudah memperbaiki dan menambah sejumlah saluran air di Jakarta menghadapi musim penghujan yang lebih besar pada 2012.
Ery memperkirakan pengerjaan di lokasi selesai Januari 2012. Diketahui, pengerjaan proyek infrastruktur di Ibu Kota mayoritas dikerjakan pada akhir tahun.Akibatnya, beban pekerjaan menumpuk dan menambah titik kemacetan. Hal ini tentu saja sangat mengganggu masyarakat. Selain itu, kualitas pengerjaan meragukan karena terdesak waktu yang mepet.
Bahkan, pelaksanaan proyek terkesan hanya untuk menghabiskan anggaran. Pantauan di lapangan, pengerjaan konstruksi seperti perbaikan jalan, drainase, trotoar, dan sejumlah proyek lainnya baru gencar dilaksanakan dalam dua bulan terakhir.
()