Imigran di Tenggralek belum teridentifikasi

Minggu, 25 Desember 2011 - 15:13 WIB
Imigran di Tenggralek...
Imigran di Tenggralek belum teridentifikasi
A A A
Sindonews.com - Puluhan jenazah imigran asal Timur Tengah masih berada di Mapolda Jatim. Sebab dari 72 warga asing yang datang ke RS Bhayangkara Polda Jatim, tak satu pun yang punya kemiripan data dengan hasil identifikasi tim Disaster Victim Indentication (DVI).

Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Didi Agus Mintardi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan kroscek atas semua data yang dibawa warga asing tersebut, termasuk foto dan ciri-ciri fisik keluarga mereka yang hilang. Tapi sejauh ini hasilnya masih nihil.

“Belum ada yang cocok. Proses identifikasi juga masih berlangsung. Tetapi minimal kita dapat data-data tambahan seperti foto, atau ciri-ciri fisik lainnya,” ujar Didi Didi menjelaskan, kerja keras tim DVI hingga hari ketiga kemarin menghasilkan identifikasi jenis kelamin atas 36 jenazah.

Menurut DVI, sebanyak 23 jenazah diidentifikasi sebagai laki-laki dan 13 jenazah berkelamin perempuan. “Jenis kelamin sudah kita identifikasi, termasuk sebagian kewarganegaraan. Sementara untuk umur dan ciri-ciri lain masih dalam proses. Untuk mempercepat tahap ini, kami juga akan mendatangkan ahli finger print dari Mabes Polri supaya upaya identifikasi jenazah bisa lebih maksimal lagi,” ujarnya.

Selain terus melakukan identifikasi, tim forensik telah menyuntikkan formalin pada 85 jenazah untuk memperlambat pembusukan. Pengawetan jenazah diperlukan karena proses identifikasi masih membutuhkan waktu lama. “Formalin digunakan untuk memperlambat proses pembusukan jenazah. Namun sebelum disuntik formalin, seluruh jenazah harus telah merampungkan pemeriksaan DNA terlebih dahulu,” kata Didi.

Perwira menengah yang juga menjabat sebagai Kepala Tim DVI Regional Tengah ini menyatakan, jenazah yang telah diformalin akan disimpan dalam kontainer cool (lemari pendingin) dengan batas waktu 30 hari. Selain untuk mencegah kebusukan, usaha pemberian formalin ini juga untuk mempermudah keluarga korban untuk mengenalinya.

“Kalau nanti sudah ada kecocokan antara data dari keluarga dengan hasil otopsi, baru bisa diserahkan ke keluarganya. Itu pun jenazah juga diusahakan untuk masih bisa dikenali,” terangnya. Sementara Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Rachmat Mulayana mengatakan bahwa penyidikan terhadap dua pemilik dan dua Anak Buah Kapal (ABK) Barokah masih berlangsung.

Penyidik belum menemukan indikasi adanya tersangka lain, kecuali sejumlah anggota TNI yang sudah ditangani Pom AD di Kodam V/Brawijaya. “Penyidik berupaya menyelesaikan berkas secepatnya supaya bisa segera dilimpahkan ke kejaksaan,” ujar dia. Seperti diketahui, sekitar 250 orang asal Timur Tengah berupaya menyeberang ke Pulau Natal, Australia, untuk mendapat suaka sebagai imigran.

Mereka berkumpul di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, lalu diangkut menggunakan bus menuju Trenggalek. Dari perairan Prigi, Trenggalek, tersebut, mereka diangkut menggunakan perahu nelayan secara bergelombang dan dipindahkan ke kapal penumpang Barokah yang sudah menunggu di tengah laut. Namun sial, setelah menempuh enam jam perjalanan, kapal tersebut bocor dan tenggelam. Hingga kemarin, tercatat sudah 90 orang ditemukan tewas. Jenazah para imigran tersebut bahkan sudah terseret arus hingga Jember, Banyuwangi, dan Bali.

Dalam penyidikan, polisi akhirnya menetapkan empat tersangka yaitu pemilik kapal berinisial BS dan NU, serta dua ABK berinisial RS dan R. Dari keterangan mereka inilah, diketahui ada keterlibatan oknum anggota TNI dalam upaya pelolosan imigran gelap tersebut. Tiga oknum itu merupakan Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Koramil Besuki, Tulungagung.
()
Berita Terkini
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
2 jam yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
2 jam yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
3 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
5 jam yang lalu
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
14 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
17 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved