Jalur Semarang-Bawen lumpuh
Minggu, 25 Desember 2011 - 11:42 WIB
Jalur Semarang-Bawen lumpuh
A
A
A
Sindonews.com - Jalur Semarang-Bawen sepanjang 22 kilometer (km) sore kemarin hingga tadi malam lumpuh. Membeludaknya kendaraan akibat libur panjang perayaan Natal menjadi pemicu tersendatnya lalu lintas di jalur tersebut.
Pantauan SINDO, kemacetan dari arah Semarang mulai terjadi di jalur Watugong, Banyumanik. Dari Watugong ini, seluruh kendaraan yang berjalan ke arah selatan harus berjalan merayap. Sementara kendaraan menuju arah utara relatif lancar. Memasuki Kota Ungaran, kemacetan semakin parah.
Di kawasan Jalan Diponegoro, Ungaran, mayoritas kendaraan hanya bisa berjalan dengan kecepatan maksimal 20 km/jam. Di jalur ini, kendaraan yang dari, baik dari arah utara maupun selatan harus sama-sama berjalan merayap. Sejumlah petugas Kepolisian Resor Semarang diterjunkan untuk mengatur arus lalu-lintas di jalur tersebut.
Jalur masuk menuju tol Semarang-Ungaran yang berada di depan Kantor DPRD Kabupaten Semarang sedianya juga telah ditutup. Namun kemacetan yang terjadi, masih sulit dikendalikan. Sejumlah pengguna sepeda motor juga terlihat nekat memanfaatkan trotoar untuk melintas.
Kontan sejumlah warga yang berjalan di trotoar pun banyak yang mengeluh. “Lha memang ini jalan khusus sepeda motor,” ujar Arifin, salah satu warga Ungaran, dengan nada kesal. Sejumlah warga lain yang tempat tinggalnya persis di tepi trotoar, akhirnya memasang balok kayu ukuran besar di trotoar tersebut.
Dengan adanya balok katu tersebut, pengguna sepeda motor tidak bisa melintas, dan kembali memacu kendaraannya di jalan raya. Agung, warga Ungaran tak memungkiri, setiap akhir pekan, arus kendaraan di jalur ini meningkat. Namun kemarin, kendaraan yang melintas lebih banyak dibanding akhir pekan sebelumnya. “Ya mungkin karena ada libur panjang semuanya bepergian, jalan-jalan,” ucapnya.
Kemacetan arus lalu-lintas dari arah Semarang bisa sedikit terurai setelah melintasi Pasar Babadan, Kabupaten Semarang. Namun arus kendaraan dari arah Bawen belum bisa tertangani, dan terus menumpuk. Akibatnya terjadi antrean kendaraan yang mengular. Di pertigaan menuju kawasan Wisata Bandungan, kemacetan kendaraan dari arah utara kembali terjadi.
Hal ini tak lepas adanya sejumlah kendaraan yang menuju kawasan wisata itu. Karena harus memotong jalan, maka harus saling berebut dengan kendaraan dari arah selatan. Arus kendaraan dari arah selatan tak kalah menumpuk.
Anjar, salah satu warga Jepara yang hendak menuju Salatiga mengakui perjalanan kemarin sangat melelahkan. Meski mengendari sepeda motor, perjalanan dari Semarang sampai Bawen saja lebih dari dua jam. “Padahal biasanya tidak lebih dari satu jam,” tandasnya.
Pantauan SINDO, kemacetan dari arah Semarang mulai terjadi di jalur Watugong, Banyumanik. Dari Watugong ini, seluruh kendaraan yang berjalan ke arah selatan harus berjalan merayap. Sementara kendaraan menuju arah utara relatif lancar. Memasuki Kota Ungaran, kemacetan semakin parah.
Di kawasan Jalan Diponegoro, Ungaran, mayoritas kendaraan hanya bisa berjalan dengan kecepatan maksimal 20 km/jam. Di jalur ini, kendaraan yang dari, baik dari arah utara maupun selatan harus sama-sama berjalan merayap. Sejumlah petugas Kepolisian Resor Semarang diterjunkan untuk mengatur arus lalu-lintas di jalur tersebut.
Jalur masuk menuju tol Semarang-Ungaran yang berada di depan Kantor DPRD Kabupaten Semarang sedianya juga telah ditutup. Namun kemacetan yang terjadi, masih sulit dikendalikan. Sejumlah pengguna sepeda motor juga terlihat nekat memanfaatkan trotoar untuk melintas.
Kontan sejumlah warga yang berjalan di trotoar pun banyak yang mengeluh. “Lha memang ini jalan khusus sepeda motor,” ujar Arifin, salah satu warga Ungaran, dengan nada kesal. Sejumlah warga lain yang tempat tinggalnya persis di tepi trotoar, akhirnya memasang balok kayu ukuran besar di trotoar tersebut.
Dengan adanya balok katu tersebut, pengguna sepeda motor tidak bisa melintas, dan kembali memacu kendaraannya di jalan raya. Agung, warga Ungaran tak memungkiri, setiap akhir pekan, arus kendaraan di jalur ini meningkat. Namun kemarin, kendaraan yang melintas lebih banyak dibanding akhir pekan sebelumnya. “Ya mungkin karena ada libur panjang semuanya bepergian, jalan-jalan,” ucapnya.
Kemacetan arus lalu-lintas dari arah Semarang bisa sedikit terurai setelah melintasi Pasar Babadan, Kabupaten Semarang. Namun arus kendaraan dari arah Bawen belum bisa tertangani, dan terus menumpuk. Akibatnya terjadi antrean kendaraan yang mengular. Di pertigaan menuju kawasan Wisata Bandungan, kemacetan kendaraan dari arah utara kembali terjadi.
Hal ini tak lepas adanya sejumlah kendaraan yang menuju kawasan wisata itu. Karena harus memotong jalan, maka harus saling berebut dengan kendaraan dari arah selatan. Arus kendaraan dari arah selatan tak kalah menumpuk.
Anjar, salah satu warga Jepara yang hendak menuju Salatiga mengakui perjalanan kemarin sangat melelahkan. Meski mengendari sepeda motor, perjalanan dari Semarang sampai Bawen saja lebih dari dua jam. “Padahal biasanya tidak lebih dari satu jam,” tandasnya.
()