Misa Natal berlangsung aman

Minggu, 25 Desember 2011 - 10:49 WIB
Misa Natal berlangsung...
Misa Natal berlangsung aman
A A A
Sindonews.com - Pelaksaan Misa Natal tahun 2011 di sejumlah daerah berlangsung aman. Tidak ada gejolak atau kejadian yang mengancam selama pelaksanaan misa. Dari pantauan di sejumlah gereja besar di Kota Semarang tadi malam, pelaksanaan misa di setiap gereja yang dijaga ketat oleh petugas gabung TNI/Polri dan keamanan gereja.

Seperti yang terlihat di Gereja Katedral Tugu Muda, puluhan petugas berjaga baik berpakaian preman maupun dinas disebar di sejumlah sudut. Sebelum pelaksanaan misa yang dimulai pukul 18.00 WIB dan dipimpin oleh Uskup Agung Semarang, Mgr Yohanes Pujasumarta, setiap jamaah yang hendak mengikuti misa diperiksa secara seksama.

Menurut Perwira Pengendali Pos Pengamanan Tugu Muda yang juga selaku pengurus Tatib Gereja Katedral AKP Justinus, semua orang yang masuk ke Gereja Katedral diawasi secara ketat pada Misa Natal sore dan malam. “Barang-barang bawaan jamaah juga kita periksa satu persatu,” katanya.

Di gereja The Holy Stadium JKI Injil Kerajaan di Grand Marina Bay, pengamanan juga cukup ketat. Gereja terbesar di Semarang ini juga dipadati ribuan jemaat untuk melakukan Misa Natal. Hal yang sama juga terjadi di Gereja Blenduk Kota Lama. Misa yang dipimpin oleh RW Maarthien diikuti oleh ratusan jamaah dengan pengawalan puluhan petugas.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Elan Subilan mengatakan, pelaksanaan Misa Natal secara umum berlangsung lancar. “Semua berlangsung aman,” kata Kapolrestabes saat melakukan kunjungan di Gereja Katedral bersama Wali Kota Semarang Soemarmo HS dan sejumlah SKPD tadi malam.

Dalam khutbah Misa Malam Natal, Uskup Agung Semarang Mgr Johanes Pujasumarta meminta umat menjaga ketenteraman dalam menjalani kehidupan bermasyarakat Perilaku kekerasan bukanlah solusi untuk menghadapi masalah kehidupan bersama. “Perilaku kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini telah mencederai rasa kehidupan beragama. Tindak kekerasan bukanlah jalan keluar untuk menyelesaikan masalah. Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan,” ujarnya.

Dia meminta, semua pihak harus mewaspadai niat sekelompok orang yang ingin mengganggu ketenteraman hidup masyarakat. Dicontohkan, peristiwa bom bunuh diri di Gereja Kepunton Solo telah melukai rasa keagamaan umat. ”Dalam suasana Natal ini diharapkan umat Kristiani bersedia menyalakan terang Yesus Kristus. Umat Kristiani juga dapat menjadi berkat bagi orang lain,” ujarnya.

Misa Natal di Gereja Hati Kudus Yesus, Kota Tegal, kemarin juga berlangsung aman. Umat Kristiani bisa menjalankan kegiatan peribadatan dengan khusyuk. Sementara Jajaran Polda Jawa Tengah melakukan pengawasan langsung terhadap jalannya ibadah malam Natal di sejumlah gereja Kota Solo, tadi malam.

Polisi mengimbau kewaspadaan ekstra terhadap hal-hal yang berpotensi menimbulkan keresahan. Inspeksi pejabat Polda Jateng terhadap pengamanan di tempat ibadah umat Kristiani di Solo dilakukan mengingat kota itu menjadi sasaran bom bunuh diri di Gereja Bathel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, beberapa waktu lalu.

Kepala Urusan (Kaur) Operasi Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Kombes Pol M Ghufron mengatakan, pemantauan pengamanan dilakukan merata di seluruh wilayah hukum Polda Jateng. Di Solo, Polda Jateng lebih memberikan perhatian dengan meminta keterlibatan masyarakat secara intens.

“Pihak gereja bisa membedakan jemaatnya dengan orang lain masuk. Pantauan dari internal yang terpenting, sedangkan polisi di luar gereja bertugas memastikan bendabenda mencurigakan dan berbahaya tidak masuk ke gereja,” kata dia, kemarin. Dia menyambut baik langkah pengurus gereja dengan memasang kamera pengintai di sudut ruangan.

Di Jateng, M Ghufron mengatakan ribuan polisi tersebar dalam operasi pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru. Organisasi masyarakat dan TNI menjadi bala bantuan utama dalam operasi tersebut. Kemarin, sejumlah petinggi Polda Jateng memantau gereja di Kota Solo, di antaranya GBIS Kepunton.

Ketua GP Ansor Solo, Nur Kholis mengatakan, sekitar 200 anggotanya diterjunkan untuk ikut menjaga stabilitas keamanan perayaan hari raya umat Kristiani tersebut. Di Kendal, Tim Gegana Brimob Polda Jateng kemarin menyisir sejumlah gereja jelang misa Natal hari ini.

Sejumlah gereja yang disterilkan berada di jalur pantura, Boja, dan Sukorejo. Semua ruangan disisir dengan menggunakan metal detector. Meski hanya gereja di jalur pantura dan gereja besar yang disterilkan, polisi menjamin 49 gereja tetap akan dijaga polisi.

Sementara itu, GP Ansor Kendal bakal menerjunkan satu pleton personel Banser membantu pengamanan Natal. Personel Banser akan menjaga beberapa gereja di lokasi strategis.
()
Berita Terkini
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
1 jam yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
1 jam yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
2 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
4 jam yang lalu
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
13 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
16 jam yang lalu
Infografis
6 Negara Arab Paling...
6 Negara Arab Paling Terjangkau, Nomor Satu Negara Paling Aman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved