Petani Mesuji hadang rombongan Denny Indrayana
Kamis, 22 Desember 2011 - 22:04 WIB
Petani Mesuji hadang rombongan Denny Indrayana
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 10 petani eks kawasan Pelita Jaya Register 45 Mesuji menghadang rombongan tim gabungan pencari fakta (TGPF) kasus dugaan pelanggaran HAM di Kabupaten Mesuji, Lampung, yang dipimpin Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana.
Rombongan dihadang di tepi Jalan Lintas Timur Sumatera di depan Rumah Makan Jakarta, Kecamatan Banjar Agung Unit II, Tulangbawang.
Kedatangan warga Pelita Jaya untuk menyampaikan aspirasi kepada tim TGPF terkait kasus penembakan warga Pelita Jaya oleh aparat kepolisian saat penggusuran permukiman warga oleh Tim Terpadu Perlindungan Hutan Provinsi pada 6 November 2011 lalu.
Tim akhirnya berhenti dan menerima rombongan petani tersebut untuk mendengar pemaparan soal bentrok di Pelita Jaya. Menurut asisten salah seorang anggota TGPF, Oki, situasi pertemuan singkat itu berjalan kondusif.
Mereka menceritakan, saat penggusuran pemukiman warga di Pelita Jaya, Register 45, seorang warga atas nama Made tewas dan seorang lagi dirawat akibat luka tembak dalam bentrokan pada Sabtu 6 November lalu.
Bentrok terjadi saat tim terpadu menggelar operasi penertiban di kawasan Pelita Jaya, Kabupaten Mesuji. Korban meninggal karena menderita luka tembak di perut bagian bawah. Sementara seorang lainnya menjalani perawatan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Menggala bernama Nyoman Sumarje. Dia menderita luka tembak di kaki kanan.
Sementara itu agenda TGPF di Mesuji hari ini menemui para korban penertiban masing-masing di Moro-moro, Tugu Roda, dan Register 45. Sebelumnya, tim menemui korban yang masih dirawat di RSUD Menggala, dan mengunjungi Rutan Menggala.
Rombongan dihadang di tepi Jalan Lintas Timur Sumatera di depan Rumah Makan Jakarta, Kecamatan Banjar Agung Unit II, Tulangbawang.
Kedatangan warga Pelita Jaya untuk menyampaikan aspirasi kepada tim TGPF terkait kasus penembakan warga Pelita Jaya oleh aparat kepolisian saat penggusuran permukiman warga oleh Tim Terpadu Perlindungan Hutan Provinsi pada 6 November 2011 lalu.
Tim akhirnya berhenti dan menerima rombongan petani tersebut untuk mendengar pemaparan soal bentrok di Pelita Jaya. Menurut asisten salah seorang anggota TGPF, Oki, situasi pertemuan singkat itu berjalan kondusif.
Mereka menceritakan, saat penggusuran pemukiman warga di Pelita Jaya, Register 45, seorang warga atas nama Made tewas dan seorang lagi dirawat akibat luka tembak dalam bentrokan pada Sabtu 6 November lalu.
Bentrok terjadi saat tim terpadu menggelar operasi penertiban di kawasan Pelita Jaya, Kabupaten Mesuji. Korban meninggal karena menderita luka tembak di perut bagian bawah. Sementara seorang lainnya menjalani perawatan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Menggala bernama Nyoman Sumarje. Dia menderita luka tembak di kaki kanan.
Sementara itu agenda TGPF di Mesuji hari ini menemui para korban penertiban masing-masing di Moro-moro, Tugu Roda, dan Register 45. Sebelumnya, tim menemui korban yang masih dirawat di RSUD Menggala, dan mengunjungi Rutan Menggala.
()